Surya Paloh: Nasdem Hormati Apapun Hasil Lembaga Survei

Surya Paloh: Nasdem Hormati Apapun Hasil Lembaga Survei
Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh dalam safari politik di Lapangan Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu, 6 April 2019. ( Foto: Istimewa )
Yeremia Sukoyo / WM Minggu, 7 April 2019 | 22:04 WIB

 

Bali, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tidak khawatir menyikapi masih adanya hasil lembaga survei yang menyebutkan partainya berada di bawah ambang batas syarat parlemen sebesar 4 persen. Apapun hasil yang sudah dikeluarkan lembaga survei, Surya Paloh akan tetap menghormati.

"Mau dibilang satu persen, lima persen, enam persen, apapun itu. Saya hormati," kata Surya Paloh sesaat setelah menggelar kampanye Akbar, di Lapangan Stadion Gunung Agung, Karangasem, Bali, Minggu (7/4/2019).

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) sebelummya merilis hasil survei terkait peringkat partai politik untuk Pemilu Legislatif 2019. Hasil, diprediksikan hanya ada lima partai politik yang akan menempatkan wakilnya di DPR periode 2019-2024.

Kelima partai tersebut menurut survei LSI Denny JA adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 24,6 persen, Partai Gerindra 13,4 persen, Partai Golkar 11,8 persen, Partai Demokrat 5,9 persen, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 5,8 persen.

Sedangkan, partai-partai di bawah empat persen, yakni Perindo 3,9 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 3,9 persen, Partai Amanat Nasional (PAN) 3,1 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2,9 persen dan Partai Nasdem 2,5 persen.

Namun demikian, hasil jauh berbeda dikeluarkan lembaga survei Indikator Politik Indonesia. Indikator Politik Indonesia memprediksikan ada delapan partai yang lolos karena memiliki elektabilitas di atas angka empat persen yang merupakan syarat perolehan suara bagi partai untuk bisa duduk di parlemen.

Delapan partai tersebut masing-masing PDIP sebesar 24,2 persen, Gerindra 11,7 persen, Golkar 11,5 persen, PKB 8,8 persen, Demokrat 8,7 persen, PKS 6,0 persen, Nasdem 5,7 persen, dan PPP sebesar 4,9 persen.

Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, sebelumnya, menjelaskan bahwa hasil sejumlah lembaga survei hanya membaca party-identification (party-ID) di Indonesia. Party-ID merupakan derajat kedekatan warga dengan partai yang diyakininya untuk dipilih saat pemilu dilaksanakan.

"Hasil survei tersebut hanya menggambarkan angka party-ID. Belum sampai pada pengukuran keterpilihan Caleg hingga tingkat Dapil (Daerah Pemilihan) di Pileg 2019," kata Willy Aditya.

Selain party ID, untuk mengukur sejauh mana kesuksesan hasil survei yang bisa menggambarkan lolos tidaknya sebuah partai ke Senayan, seharusnya juga diukur keterpilihan Caleg hingga di tingkat Dapil.

Dalam Pemilu 2019, selain mengandalkan party-ID, Partai Nasdem juga sangat mengandalkan figur Caleg. Dalam konstelasi Pileg 2019 kali ini, seluruh Caleg Nasdem yang ikut berkompetisi merupakan caleg yang sudah matang dan memiliki basis suara sendiri.



Sumber: Suara Pembaruan