PSI: Kami Tak Lahir Jika Partai Nasionalis Bekerja dengan Baik

PSI: Kami Tak Lahir Jika Partai Nasionalis Bekerja dengan Baik
Acara Safari Toleransi PSI di Ende, NTT, Minggu (7/4) ( Foto: istimewa )
Yustinus Paat / WM Minggu, 7 April 2019 | 22:09 WIB

 

Ende, Beritasatu.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melakukan safari toleransi di Ende,  Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (7/4/2019). Dalam acara toleransi tersebut, hadir Sekjen PSI Raja Juli Antoni dan Jubir Hukum PSI Rian Ernest.

Dalam kesempatan tersebut, Rian Ernest memgatakan, PSI tidak akan lahir kalau Partai nasionalis bekerja dengan baik. Tapi berbagai OTT KPK dan pencapaian jumlah RUU yang cuma 10 persen dari target merupakan rapor merah yang tidak bisa didiamkan.

"Jadi, PSI tidak akan lahir kalau Partai nasionalis bekerja dengan baik. Namun, kenyataannya panggang jauh dari api," ujar Rian.

PSI, kata Rian, memastikan input bagus ke dalam parlemen. Para caleg PSI, kata dia, diseleksi secara independen dan punya kewenangan mutlak tidak bisa diintervensi Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal.

"Alhasil, dari 6 caleg pilihan Tempo, ada dua dari PSI,"  kata Rian

PSI, lanjut Rian, juga menyiapkan sistem untuk pastikan caleg setia kepada pemilihnya. Sistem tersebut dalam bentuk aplikasi yang disiapkan PSI.

"Anggota DPR dari PSI wajib live streaming facebook/instagram paparkan rapat di parlemen. Mereka harus laporkan progress kerja. Pasal apa yang dicoret, pasal apa yang ditambahkan," terang dia.

Rian juga mengklarifikasi kabar burung yang beredar, bahwa PSI tidak perlu dipilih, karena sistem penghitungan suara sekarang tidak menguntungkan partai menengah. "Itu adalah hoax, karena justru PSI akan diuntungkan. Ini adalah cara kotor tidak terpuji lawan politik menghajar PSI. Kami yakin 6,2 juta pemilih akan kirimkan PSI akan ke parlemen," ungkap dia.

Sekjen PSI, Antoni mengatakan bahwa Ende adalah tempat lahir Pancasila. Pancasila adalah perekat bangsa yang disiapkan Bung Karno, setelah penjajah berhasil diusir.

"Di bawah Pancasila, kita tidak jadikan perbedaan sebagai isu. Malah jadi kekayaan bangsa," pungkas Antoni.



Sumber: BeritaSatu.com