Flores Timur Usul Pemungutan Suara Lebih Awal

Flores Timur Usul Pemungutan Suara  Lebih Awal
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (tengah), menggunakan hak pilihnya pada Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2019 di halaman Kantor KPU, Jakarta, Selasa 12 Maret 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
/ DAS Senin, 8 April 2019 | 11:05 WIB

Kupang, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Flores Timur masih menunggu keputusan KPU RI soal permintaan lebih awal melakukan pemungutan suara Pemilu karena jadwal saat ini dikhawatirkan mengganggu pelaksanaan perayaan Semana Santa yang menjadi tradisi umat Katolik daerah itu.

"Beberapa minggu lalu ada rapat dengan para tokoh masyarakat di Larantuka dan mereka mengusulkan agar dipercepat pemungutan suaranya sehingga jam 17.00 Wita sudah selesai," kata Ketua KPU Flores Timur Kornelis Abon seperti dikutip dari Antara, Senin (8/4).

Semana Santa adalah perayaan menyambut Paska atau kebangkitan Yesus.

Kornelis Abon  mengatakan, biasanya pelaksanaan pemungutan suara pukul 07.00 hingga 13.00 Wita. Namun, tokoh masyarakat di kota itu berharap selesai sebelum pukul 13.00 Wita.

"Sudah ada pemberitahuan ke Bupati juga dan KPU Flotim surat usulan sudah kami sampaikan juga ke KPU RI, tinggal menunggu keputusan saja," ujar Kornelis Abon.

Pihak KPU Foltim sendiri  khawatir jika jadwal dipercepat masyarakat yang punya hak suara bisa saja terlambat datang dan akhirnya tak bisa mencoblos.

Kornelis Abon juga mengatakan,  agak riskan menargetkan penghitungan suara Pemilu selesai pada pukul 17.00 Wita  sebab perlu kehati-hatian menghitung surat suara. "Sebelumnya kami sudah lakukan simulasi namun hasilnya tak sesuai. Artinya (selesai) pukul 17.00 Wita itu agak kesulitan," tambah dia.

Sedangkan sejumlah tokoh masyarakat di Larantuka yakin pemilu tak akan mengganggu jalannya Semana Santa, khususnya persiapan Rabu Trewa menyambut Tri Hari Suci jika pukul 17.00 Wita perhitungan surat suara selesai.

Beberapa pihak di Kupang, seperti Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman dan Gubernur NTT Viktor B Laiskodat juga sudah mendesak agar pelaksanaan Pemilu di Kota Reiha Rosari itu diundur saja.

Jika tidak diundur, dikhawatirkan tingkat partisipasi masyarakat berkurang pada pemungutan suara Pemilu 17 April mendatang.



Sumber: ANTARA