Jokowi: Jangan Tebar Ketakutan Jelang Pemungutan Suara

Jokowi: Jangan Tebar Ketakutan Jelang Pemungutan Suara
Jokowi Meriahkan Pawai Karnaval Bersatu di Tangerang ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Hendro D Situmorang / AMA Senin, 8 April 2019 | 11:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menegur pihak-pihak yang sengaja menebar teror dan ketakutan menjelang pilpres 17 April mendatang. Menurutnya, pemilu adalah pesta demokrasi yang harus dirayakan dengan penuh kegembiraan.

Jangan sampai, kata Jokowi, pesta yang digelar oleh rakyat dan untuk rakyat ini dirusak oleh kepentingan pihak-pihak yang menghalalkan segala, termasuk dengan menebar berita bohong atau hoax.

"Inilah yang dinamakan pesta demokrasi. Pesta harus seneng, gembira. Jangan sampai dengan adanya pesta demokrasi diciptakan adanya ketakutan," ujar Jokowi pada keterangannya yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Senin (8/4/2019) .

Jokowi mengajak semua pihak agar menjaga persaudaraan dan rasa kasih sayang. Jangan sampai pemilu justru dijadikan sarana untuk menebar kebencian terhadap kelompok atau orang lain yang memiliki pandangan politik yang berbeda. "Jangan sampai ada marah marah. Enggak boleh," kata Jokowi menambahkan.

Dalam kesempatan berpidato di hadapan alumni Pangudi Luhur (PL), Jokowi pun menyerukan semangat untuk melawan praktik-praktik negatif, sepert korupsi. Menurutnya, korupsi dasarnya adalah kebohongan. Karena itu, jangan memilih calon yang gemar menebar kampanye kebohongan.

"Alumni PL pada bawa sapu untuk bersihkan hoaks. Hasutan, korupsi. Inilah simbolnya sapu. Harus bersih," Jokowi menyerukan.

Pada bagian lain Jokowi meminta pendukungnya untuk terus bersemangat karena hari pencoblosan hanya tinggal sembilan hari lagi. "Kini saatnya untuk total dalam mengampanyekan program-program dari rumah ke rumah maupun mulut ke mulut. Waktunya tinggal berapa hari? Sembilan hari. Jangan kasih kendor, harus terus gaspol," kata Jokowi menegaskan.



Sumber: Suara Pembaruan