Antisipasi Manipulasi Suara, Demokrat Siapkan Saksi Militan

Antisipasi Manipulasi Suara, Demokrat Siapkan Saksi Militan
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat memberikan keterangan pers terkait perusakan atribut Demokrat (18/12). ( Foto: BeritaSatu TV )
Carlos KY Paath / FER Senin, 8 April 2019 | 15:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penghitungan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) akan didahulukan. Hal ini berpotensi berdampak pada proses serupa untuk Pemilu Legislatif (Pileg). Lalu, bagaimana Partai Demokrat (PD) mengantisipasi kemungkinan terjadinya manipulasi suara?

"Kami sudah siapkan saksi yang militan. Melaksanakan tugasnya dengan menunggu sampai selesai setiap proses penghitungan Pileg," kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca IP Pandjaitan, kepada Beritasatu.com, Senin (8/4/2019).

Baca Juga: Hinca Bantah Koalisi Prabowo-Sandiaga Uno Retak

Hinca menambahkan, partainya juga menginstruksikan seluruh calon anggota legislatif (caleg) agar ikut mengawal. "Soal penghitungan kami siap. Selain saksi, para caleg DPR, dan DPRD provinsi, kabupaten/ kota pun kami minta turun kawal sampai tuntas selesai,” imbuh Hinca.

Menurut Hinca, perhelatan Pilpres dan Pileg serentak memang menyita energi luar biasa. Mulai dari administrasi partai politik (parpol), dan caleg serta calon presiden dan wakil presiden, hingga tahapan kampanye 7 bulan.

"Sampai di detik akhir penghitungan suara tingkat tempat pemungutan suara (TPS), kerja-kerja politik belum selesai. Penghitungan bisa habiskan puluhan jam hanya demi menghitung lima kertas suara di luar DKI Jakarta,” ungkap Hinca.

Hinca menyatakan, pihaknya memercayakan penuh setiap proses penghitungan kepada pengawas TPS dari Badan Pengawas Pemilu. "Kami percaya KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan juga petugas pengawas TPS Bawaslu melakukan tugasnya dengan baik, jujur, dan adil," tegas Hinca.

Baca Juga: Partai Demokrat Apresiasi Kampanye Akbar Prabowo-Sandi

Anggota Komisi III DPR tersebut juga menuturkan, 1 TPS akan diawasi 1 petugas pengawas Bawaslu. Hinca berharap, petugas ini dapat segera mengirimkan formulir C1 plano kepada peserta Pileg. Dengan begitu, menurut Hinca, bisa diketahui hasil awal perolehan suara Pileg.

"Jadi misal ada 800.000 sekian TPS. Enggak mungkin semua kami bisa isi. Jadi tidak usah kami minta pun, mereka wajib mengirimkan, karena sudah ada satu petugas satu TPS. Sehingga data suara awalnya sama bagi semua peserta Pileg," ucap Hinca.

Hinca menyatakan, parpol tak perlu lagi mengakses data C1 kepada Bawaslu. Sebab, tugas penyelenggara Pemilu adalah melayani pemilih dan yang dipilih. "Masing-masing partai nanti bisa mentabulasi sehingga adil. Enggak ada yang dicuri dan diambil," tegas Hinca.



Sumber: Suara Pembaruan