Sekjen Demokrat Minta Surat SBY Tidak "Digoreng"

Sekjen Demokrat Minta Surat SBY Tidak
Pasangan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno (kanan) dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Kuningan, Jakarta, 12 September 2018 malam. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / FER Senin, 8 April 2019 | 17:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Surat Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diharapkan tidak "digoreng" secara politik. Apalagi, jika tujuannya melemahkan pasangan calon presiden dan wakil presiden (paslon) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kami harap pihak manapun tidak menggoreng surat ini. Saya juga minta semua orang, teman-teman atau siapapun tidak adu domba dan tidak gunakan kesempatan ini untuk kepentingan sesaat,” kata Sekretaris Jenderal (sekjen) PD Hinca IP Pandjaitan.
Hal itu disampaikan Hinca di Kantor DPP PD, Jakarta, Senin (8/4).

Baca Juga: Antisipasi Manipulasi Suara, Demokrat Siapkan Saksi Militan

Hinca menyatakan, SBY hanya menginginkan agar kampanye akbar Prabowo-Sandiaga pada Minggu (7/4) mengedepankan inklusifitas. Prabowo-Sandi dinilai telah membuktikan hal itu.

Hinca menjelaskan, SBY sangat menginginkan seluruh elemen bangsa menjaga persatuan. "Beliau (SBY) sebagai presiden 10 tahun, ingatkan kita semua supaya tidak terpecah, tapi bersatu menuntaskan Pemilu ini. Siklus demokrasi lima tahunan harus berjalan baik, keindonesiaan tetap utuh,” ujar Hinca.

Hinca pun mengklarifikasi pernyataan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Sebelumnya, Hasto menilai kampanye Prabowo-Sandiaga tak sesuai harapan SBY. "Apa yang disampaikan Mas Hasto saya luruskan," ucap Hinca.

Baca Juga: Hinca Bantah Koalisi Prabowo-Sandiaga Uno Retak

"Kita ingin agar Pak Prabowo sukses menjadi presiden. Dalam kampanyenya ini menggunakan momentum ini dengan baik untuk semua orang siapapun presiden terpilih dia akan menjadi presiden semua orang," tambah Hinca.

Pada kesempatan itu, Hinca menegaskan, partainya tidak melarang Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengikuti kampanye Prabowo-Sandiaga. Hinca juga mengungkap, tak ada keretakan dalam koalisi Prabowo-Sandiaga.

"Sama sekali tidak ada keretakan itu. Tidak ada perintah Mas AHY dilarang naik panggung. Ini hanya semata-mata karena mas AHY kurang fit,” ungkap Hinca yang juga anggota Komisi III DPR.

Menurut Hinca, kesehatan AHY dalam kondisi kurang baik satu hari sebelum kampanye. AHY, masih kata Hinca, sempat tak bisa menemui ibunya Ani Yudhoyono yang tengah dirawat di Singapura.



Sumber: Suara Pembaruan