AHY Tepis Kabar 'Dilarang SBY' Datangi Kampanye Prabowo

AHY Tepis Kabar 'Dilarang SBY' Datangi Kampanye Prabowo
Agus Harimurti Yudhoyono-AHY-Partai Demokrat. ( Foto: ANTARA. / Saiful Bahri )
Carlos KY Paath / FER Senin, 8 April 2019 | 18:16 WIB

Solo, Beritasatu.com - Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengingatkan agar Pemilu 2019 tidak menjurus pada polarisasi. Sebab, nantinya bakal berdampak negatif seperti menimbulkan benturan antar sesama anak bangsa.

Hal tersebut disampaikannya AHY di Solo, Jawa Tengah, Senin (8/4/2019), sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com dari Deputi Komunikasi & Media Massa Kogasma, Ni Luh Putu Caosa Indryani.

Baca Juga: Demokrat Apresiasi Kampanye Akbar Prabowo-Sandi

AHY juga menanggapi beredaranya surat internal Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk tiga petinggi Partai Demokrat. "Disampaikan secara internal sebetulnya kepada sejumlah kader utama Partai Demokrat,” kata AHY.

Sebetulnya, menurut AHY, SBY dalam posisi sebagai negarawan ingin memberikan perspektif atas dasar pengalaman selama memimpin Indonesia 10 tahun. Selain itu juga berdasarkan pengalaman SBY selama berdinas di TNI.

"Termasuk dalam menyelesaikan konflik-konflik komunal, konflik horizontal, ketika beliau sebagai Menko Polhukam, baik di Poso, Ambon, Aceh dan lain sebagainya. Termasuk pengalaman dulu ketika menjadi bagian dalam pasukan PBB di Bosnia Herzegovina,” ungkap AHY.

AHY menyatakan, seluruh pihak semestinya harus berterima kasih kepada SBY sebagai Bapak Bangsa yang terus dinanti pemikiran jernihnya. Pemikiran yang mengedepankan akal sehat dan rasionalitas.

"Mengingatkan kita semuanya, kepada para pemimpin, pada elite politik, jangan sampai pemilu 2019 ini kemudian menjadi semakin menjurus pada polarisasi yang berdampak pada benturan antar sesama anak bangsa. Apalagi kalau polarisasi itu selalu diperkuat dengan narasi politik identitas. Itu yang diingatkan,” tegas AHY.

AHY juga menuturkan, dirinya tak menghadiri kegiatan kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dikarenakan kondisi kesehatan kurang baik. "Saya kemarin kurang fit. Mungkin akumulasi juga, setelah berminggu-minggu melaksanakan kampanye di lapangan dari satu daerah ke daerah lain. Kemudian hari Kamis itu saya baru saja melaksanakan kampanye di Yogya,” kata AHY.

Dari Yogyakarta, AHY langsung ke Singapura untuk menjenguk Ibunya Ani Yudhoyono. "Terus terang selama dua hari dua malam saya harus berjaga mendampingi Ibu Ani yang juga sering terjaga di tengah malam. Dan mudah-mudahan saya berharap, kehadiran saya di sana itu bisa memberikan semangat untuk Ibu Ani,” ucap AHY.

AHY menambahkan, dirinya sebenarnya berangkat ke Singapura pada Jumat (5/4). Namun, setelah mendengar kabar bahwa kondisi Ibu Ani kurang baik, AHY mempercepat keberangkatan ke Singapura yaitu pada Kamis (4/4) malam.

"Padahal sebetulnya saya sudah kejar untuk bisa hadir di kampanye akbar di Jakarta. Malam harinya (Sabtu, 6 April 2019), saya terbang last flight (jadwan terakhir), tapi ternyata saya merasa badan saya kurang fit dan tentunya tidak bisa memaksakan diri,” ungkap AHY.

AHY menambahkan, dirinya masih punya tugas untuk 10 hari ke depan ini bisa terus kampanye di lapangan di berbagai daerah sampai dengan nanti berakhirnya masa kampanye. AHY pun menepis informasi ketidakhadirannya saat kampanye akbar Prabowo-Sandi, Minggu (7/4/2019) kemarin, karena dilarang SBY.

"Tidak sama sekali. Kalau itu yang beredar, dalam kesempatan ini saya sampaikan bahwa saya adalah pribadi yang mandiri. Jadi tidak pernah ada larangan dari siapapun apalagi orang tua sendiri. Pak SBY itu selalu memberikan keleluasaan bagi anak-anaknya untuk mengambil keputusan dalam melakukan hal apapun,” tegas AHY.



Sumber: Suara Pembaruan