PKS: Politik Putih Itu Tanpa Serangan Fajar dan Kecurangan

PKS: Politik Putih Itu Tanpa Serangan Fajar dan Kecurangan
Pendukung dan kader partai koalisi pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengikuti kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu 7 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / WM Minggu, 7 April 2019 | 23:57 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyebut massa pendukung Prabowo-Sandi berhasil memutihkan GBK dengan jumlah massa yang meluber, Minggu (7/4/2019). Bagi Hidayat, putihnya GBK mencerminkan simbol politik putih yang murni. Hal ini sudah ditunjukkan PKS sejak berhasil memutihkan GBK dalam tiga kali Pemilu terakhir sejak 2004.

Menurut Wakil Ketua MPR RI ini, politik putih adalah politik tanpa kebohongan, intimidasi, ancaman dan hoax. Sebab perilaku tercela itu justru bertentangan dengan visi politik putih.

"Jika ada yang mengklaim saat ini dengan keputihannya, maka jadikanlah ia jiwa dan perilaku. Jangan pakai serangan fajar Rp 8 Miliar misalnya, jangan menggerakkan ASN, jangan ada lagi kebohongan," ujar Hidayat.

Hidayat mengingatkan kesuksesan penyelenggaraan Kampanye Akbar di GBK bukanlah sebuah akhir. Sebab, masih ada waktu untuk berjuang memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden 02 Prabowo-Sandi.

"Maksimalkan kepercayaan publik yang dibuktikan dengan kedatangan mereka hari ini, mari semua kawal proses Pemilu dan jadilah saksi. Jangan ada suara yang dicuri dan dicurangi," ajak Hidayat



Sumber: BeritaSatu.com