KPU Butuh 630 TPS Baru untuk 139.919 Pemilih DPTb

KPU Butuh 630 TPS Baru untuk 139.919 Pemilih DPTb
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menggelar simulasi proses pemungutan suara dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS). ( Foto: Beritasatu TV )
Yustinus Paat / WM Senin, 8 April 2019 | 21:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, pihaknya masih membutuhkan 630 tempat pemungutan suara (TPS) baru, khususnya bagi pemilih pindah memilih atau DPTb. Arief mengatakan, 630 TPS ini untuk menampung 139.919 pemilih DPTb.

"Jadi, 139.919 pemilih ini (pemilih DPTb) belum memiliki TPS dan mereka membutuhkan 630 TPS baru," ujar Arief Budiman di acara Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih 2019 Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi di Lantai 2, Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Senin (8/4/2019).

Arief menjelaskan, 139.919 pemilih tersebut terkonsentrasi ke kedua tempat, yakni lapas dan non-lapas. Jumlah DPTb yang terkonsentrasi di lapas sebanyak 52.239 pemilih dengan jumlah TPS yang tersedia sebanyak 295 TPS.

"Kemudian DPTb yang non-lapas terkonsentrasi di luar lapas, itu sebanyak 87.680 pemilih, itu terkonsentrasi di 335 TPS," ungkap dia.

Lebih lanjut, Arief mengatakan, KPU sudah merekap jumlah DPTb dari seluruh Indonesia sebanyak 800.219 pemilih. Mereka tersebar di 169.668 TPS. Dari jumlah pemilih DPTb tersebut, kata dia sebanyak 690.038 pemilih sudah tersebar ke TPS-TPS yang ada.

"Pemilih (DPTb) yang belum dapat TPS sebanyak 139.919 orang sehingga membutuhkan 630 TPS baru," kata Arief.



Sumber: BeritaSatu.com