Nasdem Gandeng Kalangan Santri di Pileg 2019

Nasdem Gandeng Kalangan Santri di Pileg 2019
Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh dalam safari politik di Lapangan Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu, 6 April 2019. ( Foto: Istimewa )
Yeremia Sukoyo / WM Senin, 8 April 2019 | 21:55 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Partai politik sudah seharusnya membuka pintu yang seluas-luasnya bagi masyarakat dari berbagai macam latar belakang untuk ikut berkompetisi di setiap perhelatan Pemilihan Legislatif (Pileg).

Tidak hanya dari kalangan politikus, pengusaha, seniman, artis maupun musisi, pemberian kesempatan yang sama juga harus diberikan kepada masyarakat yang berlatar belakang santri.

Partai Nasdem, sebagai salah satu partai politik yang ber-platform nasionalis religius mengklaim juga telah mengajak kalangan santri yang tertarik dan ingin berpolitik. Kalangan santri harus dilibatkan dalam upaya membantu pembangunan bangsa.

Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Agama dan Masyarakat Adat, Hasan Aminuddin menjelaskan, dalam Pileg 2019 Partai Nasdem telah memberikan kesempatan kepada tokoh dan anak muda kalangan pesantren untuk menjadi bagian dalam memajukan bangsa. Satri pun diberikan kesempatan untuk menjadi anggota dewan.

"Sebagaimana Pileg kali ini, Nasdem beri kesempatan tokoh muda, anak muda kalangan pesanten menyalurkan pikirannya memalui jalur politik melalui legislator," kata Hasan, di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Saat ini ada sejumlah anak muda pesantren yang menjadi Caleg di Nasdem. Dirinya mencontohkan, Plt Ketua Anshor Jawa Timur yang identik dengan keberadaan PKB berdasarkan Nahdlatul Ulama (NU).

"Dia malah memilih ikut saya di Nasdem, Caleg DPRD Jawa Timur. Lalu Waketum Ansor Khairul Amri ikut saya di Nasdem jadi Caleg DPR RI. Di Magelang ada keluarga pesantren jadi anggota DPR RI Nasdem," ungkapnya.

Hasan pun berharap kedepannya kalangan santri dapat memilih Nasdem untuk mengimplementasikan ilmunya di pesantren. Terlebih Indonesia Islam sudah dikenal memiliki wawasan nusantara dari Sabang sampai Merauke.

Selain itu, pesantren juga adalah bagian dari kekuatan awal kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, Hasan berharap dengan dibahasnya RUU Pesantren dapat terwujud adanya kementerian khusus pesantren.

"Pesantren cukup luar biasa keberadaannya. Harus ditangani khusus tidak bisa kementerian pendidikan atau kemenag karena tidak akan fokus. Di luar pesantren saja sudah tidak mampu maksimal apalagi pesantren," ujarnya.

Sejarah Membuktikan

Ketua PBNU bidang Hukum, HAM dan Perundang-Undangan, Robikin Emhas menilai, sejarah telah membuktikan kaum santri terlibat langsung dalam kemerdekaan RI. Maka, kalangan santri memang berperan penting dalam upaya membangun bangsa.

"Jadi secara kuantitatif jumlah santri tidak sedikit. Secara kualitatif, santri banyak yang punya prestasi membanggakan. Mereka tersebar di berbagai lini dan bidang profesi," kata Robikin Emhas.

Dia juga menegaskan, partai akan rugi jika tidak menggandeng santri. Apalagi, santri merupakan kalangan yang ikut membentuk karakter masyarakat dan bangsa.

"Sebagai pribadi saya berani mengatakan, pasti merugi partai-partai politik yang tidak memberi ruang bagi kaum santri untuk berkiprah di partai. Melalui karakter sikap mandiri, jujur, dan berakhlak luhur mereka peletak karakter bangsa," ucapnya



Sumber: Suara Pembaruan