Pilpres 2019

Alumni PL Bersatu Bertekad Sapu Bersih Musuh Pancasila

Alumni PL Bersatu Bertekad Sapu Bersih Musuh Pancasila
Ketua Perwakilan Alumni PL Bersatu, Rosan Roeslani (ikat kepala hijau) menunjukkan piagam dari Muri. ( Foto: Istimewa )
Anselmus Bata / AB Senin, 8 April 2019 | 16:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Saat karnaval pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) di Tangerang, Banten, Minggu (7/4/2019), terlihat pemandangan menarik berupa tiga sapu raksasa. Sapu raksasa tersebut adalah simbol yang dibawa para Alumni PL (Pangudi Luhur) Bersatu yang menunjukkan tekad untuk turut serta membersihkan musuh Pancasila. Sapu dengan panjang 7 meter dan lebar 2,7 meter juga meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai sapu terbesar di Indonesia.

“Kami merasa resah dengan situasi perkembangan kampanye politik saat ini dengan penebaran hoax, fitnah, hasutan, dan agenda-agenda tidak baik yang hendak mengubah pemerintahan ini menjadi bentuk yang lain. Maka dari itu, kami membuat prasasti sapu raksasa ini sebagai bentuk dukungan ke Pak Jokowi, bahwa kami siap untuk menyapu bersih seluruh musuh Pancasila," kata Ketua Perwakilan Alumni PL Bersatu, Rosan Roeslani melalui keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Senin (8/4/2019).

Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno merupakan alumnus Pangudi Luhur. Namun, sebagian besar alumni SMA yang terkenal dengan brotherhood-nya mendukung Jokowi-Ma'ruf. Menurut Rosan Roeslani dukungan alumni PL menunjukan bahwa kesetiaan kepada bangsa dan negara berada di atas kepentingan golongan.

"Sandi sahabat kita, Jokowi presiden kita. Brotherhood kita tetap tinggi, tetapi buat kita, Indonesia lebih penting dari sekadar persahabatan," kata Rosan Roeslani.

Sedikitnya 500 alumni SMA PL mengikuti karnaval tersebut. Dalam orasinya, Jokowi mengapresiasi para alumni yang menggenggam sapu sebagai simbol bersih-bersih.

“Saya melihat teman-teman PL memegang sapu lidi di sini. Sapu ini untuk membersihkan. Membersihkan hoax, hasutan, dan korupsi," Jokowi.

 



Sumber: ANTARA