Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Disebut Terkesan Eksklusif

Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Disebut Terkesan Eksklusif
Pendukung dan kader partai koalisi pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengikuti kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu 7 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / WM Senin, 8 April 2019 | 22:02 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (7/4/2019) terkesan eksklusif. Kampanye pasangan calon nomor urut 02 tersebut ditanggapi Wakil Kepala Rumah Aspirasi Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf), Michael Umbas.

“Kampanye akbar Prabowo-Sandi di SUGBK, Jakarta, Minggu (7/4), terkesan eksklusif. Tidak inklusif, dan tidak lazim sekaligus jauh dari nilai-nilai keindonesiaan. Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) sudah sepatutnya dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat. Tanpa memandang latar belakang suku, agama maupun identitas,” kata Umbas.

Hal itu disampaikan Umbas dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Senin (8/4/2019). “Bercermin pada kampanye Jokowi-Ma’ruf. Dalam setiap perhelatan kampanye di daerah selalu disambut antusias oleh rakyat. Rakyat yang mengikuti kampanye pun berasal dari berbagai latar belakang. Pak Jokowi memberi bukti sangat menghargai segala bentuk perbedaan,” ujar Umbas.

Umbas pun menyebut, “Pak Jokowi selalu tampil mengedepankan programnya seperti tiga kartu yaitu Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Kartu Pra Kerja, dan Kartu Sembako Murah saat kampanye. Semua yang hadir tercerdaskan secara politik.”

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menanggapi surat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berisi kritikan terhadap kampanye Prabowo-Sandi. “Kami bisa memahami kegelisahan dari SBY, terlebih dalam putaran terakhir ini, Prabowo menampilkan sosok yang mudah emosional,” kata Hasto.

Menurut Hasto, kampanye Prabowo-Sandi menampilkan sesuatu yang berbeda jauh dari harapan SBY. “Kampanye tidak lazim, kampanyenya tidak inklusif dan sangat ekslusif, dan itu tidak mencerminkan keindonesiaan kita. Dia (SBY) sosok pemimpin yang santun yang tidak menyukai kata-kata kasar, fitnah, dan hoaks yang selama ini banyak dilakukan oleh pendukung Prabowo-Sandiaga,” ucap Hasto



Sumber: Suara Pembaruan