Inovasi Kampanye Golkar Lewat Aplikasi

Inovasi Kampanye Golkar Lewat Aplikasi
Dito Ariotedjo (jaket kuning), Ketua DPP Partai Golkar Bidang Inovasi Sosial, dalam diskusi Catatan Pemilu 2019: Kampanye Politik Masa Depan, Kekuatan Data dan Peran Teknologi yang digelar di Paradigma Coffee Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. ( Foto: istimewa )
/ CAH Selasa, 9 April 2019 | 05:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Masa kampanye yang tinggal hitungan hari membuat Partai Golkar membuat terobosan. Partai bernomor urut 4 tersebut merilis aplikasi G4AR yang mengusung user experience berupa augmented reality. Tujuannya, kampanye partai berlambang beringin itu bisa lebih cepat, masif, dan menjangkau lebih banyak calon pemilih.

Tools-nya berupa aplikasi, tetapi experience yang didapatkan para calon pemilih lebih dari sekadar download. Aplikasi ini menyajikan informasi tentang Partai Golkar dan Jokowi - Amin dengan pengalaman baru tentang kiprah Partai Golkar, prestasi Jokowi, hingga profil KH Ma’ruf Amin, tetapi dengan model yang sangat interaktif,” kata Dito Ariotedjo, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Inovasi Sosial, dalam diskusi Catatan Pemilu 2019: Kampanye Politik Masa Depan, Kekuatan Data dan Peran Teknologi yang digelar di Paradigma Coffee Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2019).

Dito menambahkan, pilihan untuk menggunakan augmented reality, karena model tersebut sedang digandrungi anak muda. Terutama para penggemar gim di ponsel pintar. Karena milenial sebagai digital natives, butuh merasakan pengalaman baru terus-menerus di dunia digital yang semakin inovatif.

“Golkar adalah partai dengan fokus pada masa depan. Ketua umum kami, bapak Airlangga Hartarto, termasuk yang sejak awal mempromosikan persiapan menghadapi revolusi industri 4.0.Untuk itu, adaptasi terhadap teknologi kekinian seperti aplikasi ini adalah bagian dari nilai-nilai Partai Golkar yang menjunjung tinggi inovasi,” kata Dito Ariotedjo.

Di aplikasi tersebut, para user bisa selfie, berfoto bareng dengan template yang disediakan di dalam aplikasi. Foto-foto hasil olah digital di aplikasi tersebut bisa dibagikan ke media sosial pribadi milik pengguna. “Aplikasi ini menarik karena digabungkan dengan aktivasi online. Para pengunduh aplikasi ini akan ditautkan dengan aktivitas berbagi pengalaman melalui media sosial,”  jelas Dito Ariotedjo.

Para calon voter, kata Dito, tak hanya mendapatkan pengalaman kampanye berbeda. Tapi juga terlibat aktif di dalamnya. Mereka tak hanya menjadi target kampanye yang selama ini hanya menjadi obyek mobilisasi. “Mereka kini bisa berpartisipasi bahkan menjadi bagian dari model baru kampanye karena ini atraktif, menarik, fresh dan fun,” katanya.

Jodhi Adhikaprama yang berkecimpung sebagai data scientist selama bertahun-tahun mengatakan, lanskap politik saat ini dan ke depan berbeda dengan sebelumnya. “Semakin banyak uncertainty dan indirect variable baru yang dulu tidak pernah kita perhitungkan, ternyata berpengaruh pada strategi pemenangan,” katanya.

“Data science memungkinkan kita mengumpulkan dan memprediksi variabel-variabel data baru tersebut seperti penggabungan data digital, socmed, consumber behavior, dan lain-lain. Juga data non digital untuk mendapatkan perspektif yang utuh,” tambahnya.

Aplikasi ini, kata Jodhi, adalah upaya Golkar untuk mendekatkan diri terhadap publik, melalui aplikasi yang dapat diunduh siapa saja. “Ini memungkinkan Golkar berinteraksi sekaligus mengumpulkan variable-variabel tersebut untuk lebih memahami perilaku pemilih ke depannya,” katanya.

Jodhi menganggap langkah Golkar sudah tepat. Dalam dunia politik, bahkan sektor lainnya, kata Jodhi, setiap brand memang harus berinovasi.

“Harus terus berinovasi, membuat produk yang mendekat terhadap anak muda, memahami anak muda. Itu jugalah yang saya kerjakan di pekerjaan sehari-hari saya bagaimana membuat produk atau teknologi yang mengerti user dan dapat berguna untuk user,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com