Sekjen PSI: Haram Koalisi dengan PKS

Sekjen PSI: Haram Koalisi dengan PKS
Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengenakan kaus merah bertuliskan "Partai Satu Istri" saat blusukan ke Pasar Tanjung, Jember, Jawa Timur, Rabu 30 Januari 2019. ( Foto: Beritasatu.com / Yustinus Paat )
Yustinus Paat / FMB Selasa, 9 April 2019 | 10:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menegaskan, sebagai partai nasionalis ideologis, PSI tidak akan berkoalisi dengan PKS di seluruh pemilihann gubernur, bupati dan wali kota di seluruh Indonesia. Menurut Antoni, haram bagi PSI berkoalisi dengan PKS.

"PSI dan PKS ibarat air dan minyak yang tidak bisa disatukan. PSI percaya dengan demokrasi tidak boleh bekerja sama dengan PKS yang hanya menjadikan demokrasi sebagai alat untuk mendirikan pemerintahan Islam versi mereka," ujar Antoni kepada Beritasatu.com, Selasa (9/4/2019).

Perolehan elektoral PKS, kata Antoni memang hanya sekitar 6 persen, tetapi pengaruhnya semakin besar. Kampanye calon Presiden Republik Indonesia saja, menurut Antoni, disulap menjadi event agama yang ekslusif, seperti yang dikeluhkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Bayangkan kalau PKS yang berkuasa, tidak tahu apa jadinya Indonesia," tegas dia.

Lebih lanjut, Antoni mengatakan, melihat data koalisi partai-partai di Pilkada, politik pragmatis nir-ideologis berorientasi kekuasaan belaka membuat partai-partai yang mengaku partai nasionalis tanpa beban berkoalisi dengan PKS. 

"Oleh karena itu saya menghimbau semua partai nasionalis berikrar untuk tidak berkoalisi dengan PKS, tetapi saya ragu apakah partai-partai nasionalis senior mau menarik garis tegas seperti yang dilakukan PSI," pungkas dia. 



Sumber: BeritaSatu.com