Puji Surat SBY, Moeldoko: Pemilu untuk Bangsa, Bukan untuk Kelompok

Puji Surat SBY, Moeldoko: Pemilu untuk Bangsa, Bukan untuk Kelompok
Moeldoko: Negara Demokrasi Tak Berarti Bersuara Semaunya ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Yustinus Paat / JEM Selasa, 9 April 2019 | 14:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko mengapresiasi surat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk Pasangan Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait kampanye akbar di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu, 7 April 2019 lalu.

Moeldoko menegaskan bahwa pemilu adalah untuk Indonesia, bukan untuk kelompok atau golongan tertentu.

"Saya pikir bagus-lah. Pemilu itu untuk bangsa Indonesia bukan untuk kelompok golongan kan gitu," ujar seusai mengikuti acara pemaparan IKP 2019 oleh Bawaslu di Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin Nomor 14, Sarinah, Jakarta, Selasa (09/4/2019).

Moeldoko mengingatkan semua pihak tidak boleh menggunakan politik identitas demi meraih kekuasaan. Menurut dia, hal tersebut sangat terhadap bangas Indonesia ke depannya.

"Ya ini kan kita khawatir bangsa ini kan semuanya jangan politk identitas dimunculkan gak boleh lah," tandas Moeldoko.

Lebih lanjut, Moeldoko enggan mengomentari soal retaknya koalisi pendukung Prabowo-Sandi dengan adanya surat SBY kepada Prabowo-Sandi. Namun, Moeldoko menilai surat tersebut sangat positif bagi kemajuan demokrasi ke depannya.

"Nggak ngerti-lah (soal retaknya koalisi Prabowo-Sandi)," pungkas Moeldoko.

Sebelumnya, SBY menulis surat kepada kepada Amir Syamsudin, Syarief Hassan, dan Hinca Panjaitan agar memperingatkan rekan koalisi Prabowo-Sandi terkait kampanye akbar di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu, 7 April 2019 lalu. Pasalnya, desain acara kampanye tidak lazim dan terkesan eksklusif dengan nuansa politik identitas.

 



Sumber: BeritaSatu.com