PSI Bantah Sebarkan Video Serang PDIP

PSI Bantah Sebarkan Video Serang PDIP
Pendaftaran Caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Daniel Tumiwa dan Rizal Cavalry di Kantor DPP PSI, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (22/2). ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / FMB Selasa, 9 April 2019 | 15:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan bahwa video singkat yang menyerang PDIP sebagai partai korup tidak dibuat dan disebarkan PSI. Meskipun PSI berbeda dalam sejumlah hal dengan PDIP, namun PSI tidak akan menyerang PDIP seperti itu.

“Walau kami memiliki sejumlah perbedaan dengan PDIP, tidak mungkin kami akan menyerang PDIP dengan cara seperti itu,” ujar Koordinator Gerakan Bersih-Bersih DPR dari PSI, Daniel Tumiwa kepada Beritasatu.com, Selasa (9/4/2019).

Pernyataan Daniel, yang juga caleg PSI di Jawa Barat 3, dikeluarkan terkait beredarnya sebuah video singkat 1 menit yang menyerang PDIP melalui media sosial. Dalam video itu, ada ajakan untuk tidak memilih PDIP karena OTT Kepala Daerah PDIP mencapai Rp 5,9 Triliun, jauh melampaui partai-partai lain.

Sejumlah nama partai yang disebut sebagai pembanding adalah: PAN, Golkar, Demokrat, Nasdem, Berkarya dan Perindo.

Kemudian video itu menunjukkan bahwa nilai korupsi kader PDIP tersebut setara dengan biaya kuliah 148.000 anak, biaya makan 118 juta orang, bayar tagihan listrik 35 juta rumah, dan iuran BPJS 94 juta orang. Pesan ditutup dengan imbauan untuk mengakhiri penderitaan masyarakat dengan tidak memilih PDIP.

Nama PSI, kata Daniel, memang tidak disebut sama sekali dalam video itu. Namun di akhir video muncul sosok Ketua Umum PSI Grace Natalie, sehingga penonton sangat mungkin mengira bahwa video itu berasal dari PSI.

“Kami sama sekali tidak tahu menahu siapa yang membuat video itu,” kata Daniel.

Namun, Daniel menduga, ada pihak-pihak yang ingin menjatuhkan PDIP dengan menggunakan nama PSI mengingat selama ini PSI bersikap cukup kritis terhadap partai-partai lama, termasuk PDIP.

Menurut Daniel, PSI memang aktif melawan korupsi di DPR yang melibatkan partai-partai politik. Namun, kata dia, membuat video tanpa nama semacam itu bukan gaya PSI.

"Kalau kami ingin mengkritik pihak lain, kami akan sampaikan secara terbuka. Kami tidak pernah lempar batu sembunyi tangan," tutur dia.

Daniel juga mempertanyakan mengapa nama PKS dan Gerindra tidak disebut di video itu. PSI curiga pembuat video ingin masyarakat menyimpulkan bahwa PKS dan Gerindra merupakan partai yang bersih dari korupsi.

"Kami mengimbau agar semua pihak berpolitik secara sehat. Apa susahnya sih berdiskusi dan berdebat secara terbuka?. Jangan saling serang dari belakang. Kita biasakan berargumen secara bertanggung jawab di depan masyarakat," pungkas dia. 



Sumber: BeritaSatu.com