Wiranto: Jangan Sampai Gara-gara Pemilu, Kita Tidak Bersatu

Wiranto: Jangan Sampai Gara-gara Pemilu, Kita Tidak Bersatu
Wiranto. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / WBP Selasa, 9 April 2019 | 15:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator (menko) Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Wiranto mengatakan, Pemilu Legislatif (Pileg) serta Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 diharapkan tidak merusak persatuan bangsa. Peranan media dinilai penting menghadirkan suasana kondusif.

“Jangan sampai gara-gara pemilu, kita enggak bersatu sebagai bangsa. Kalau pemilu ini tidak kita jaga perdamaiannya, maka persaudaraan kita sebagai bangsa akan terganggu, dan itu sangat berbahaya sekali,” kata Wiranto saat forum silaturahmi Menko Polhukam dengan Pemimpin Redaksi Media Massa bertajuk “Pemilu Damai Adalah Kebanggaan Bangsa, Kita Semua Bersaudara” di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Untuk itu, kata Wiranto, pemerintah terus mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi penyelenggaraan pemilu.

Wiranto mengakui, suhu politik nasional selalu memanas setiap pesta demokrasi. Gesekan antarpendukung yang fanatik mencuat. Meski begitu, skalanya masih kecil dan bisa langsung diredakan.

“Kalau kita lihat pemilih itu kan 192 juta, konflik parsial masih kecil. Istilahnya tidak membahayakan. Hanya kita jaga jangan sampai ini merembet. Kata kunci di sini adalah persaudaraan kita sebagai bangsa,” ucap Wiranto.

Wiranto menuturkan, para pendiri bangsa menempatkan persatuan menjadi salah satu hal penting dan mutlak. Pasalnya, merawat persatuan tidak mudah. “Persatuan ini yang harus kita rawat seterusnya. Kalau kita lupakan, NKRI bisa tinggal nama sejarah,” ungkap Wiranto.

Wiranto menyebut, jika melawan saudara sendiri akan menimbulkan luka berat. "Luka 1965 sampai sekarang terbawa. Ada tuntutan pelanggaran hak asasi manusia berat. Kita hindari melawan saudara sendiri itu,” kata Wiranto.

Wiranto juga menyayangkan pernyataan bahwa pilpres dijadikan ajang ‘perang total’ dan ‘perang jihad’. Wiranto mengaku miris mendengar kabar itu. “Kita pasti harus hindari ini. Istilah Pancasila lawan khilafah saya enggak pernah menanggapi,” kata Wiranto.

Turut hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) R Niken Widiastuti, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Ketua Forum Pemred Kemal Gani, jajaran Kementerian Koordinator Polhukam, serta puluhan pemred dan perwakilan media.



Sumber: Suara Pembaruan