Ini Alasan Jokowi Diprediksikan Menang di Pilpres

Ini Alasan Jokowi Diprediksikan Menang di Pilpres
Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, saat menghadiri kampanye akbar di Lapangan Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Selasa, 9 April 2019.  ( Foto: Beritasatu.com / Markus Junianto Sihaloho )
Yeremia Sukoyo / JAS Selasa, 9 April 2019 | 17:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 harus lebih banyak diisi dengan gagasan dan program ketimbang mengangkat isu-isu yang sama sekali tidak berhubungan dengan masalah bangsa.

Saat ini, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dinilai lebih banyak berbicara gagasan. Kondisi itulah yang mendasari banyaknya lembaga survei dan sejumlah media asing yang mengunggulkan pasangan nomor urut 01.

"Sangat wajar apabila hasil survei menunjukkan Jokowi selaku petahana masih unggul cukup jauh dari Prabowo Subianto," kata peneliti The Habibie Institute, Bawono Kumoro, Selasa (9/4/2019) di Jakarta.

Tidak jauh berbeda, dalam laporan The Economist Intelligence Unit juga memprediksi Jokowi bakal menang di Pilpres 2019. Setidaknya ada tiga faktor The Economist yang meyakini Jokowi bakal menang.

Pertama, Jokowi didukung oleh banyak partai politik dan legislator yang ada di baliknya. Kedua, yang mendukung kemenangan Jokowi adalah bukti keberhasilannya dalam menjaga kondisi ekonomi makro serta peningkatan pada bidang kesehatan dan edukasi. Kemudian, Jokowi juga dinilai berhasil mengubah secara gradual kondisi infrastruktur nasional.

Menurut Bawono, Jokowi selama lima tahun terakhir juga sudah melakukan banyak gebrakan luar biasa yang manfaatnya bisa dirasakan tak hanya masyarakat di Pulau Jawa. Namun juga di daerah-daerah lainnya di Indonesia.

"Pembangunan infrastruktur yang dilakukan masif dan pesat dapat dirasakan oleh publik secara luas, bahkan oleh warga yang tinggal di luar pulau Jawa," ujarnya.

Karena itu, menurut Bawono, wajar jika dukungan kepada Jokowi terus mengalir mulai dari kalangan professional, almunus kampus-kampus ternama, ormas, hingga komunitas warga negara Indonesia di luar negeri.

Dalam hal basis dukungan, Jokowi-Ma’ruf juga didukung kelompok-kelompok yang lebih plural atau majemuk. Berbeda dengan kubu penantang yang semakin terkesan ekslusif.



Sumber: BeritaSatu.com