Manuver "Masukan SBY", LIPI: SBY Tunjukkan Komitmen pada Demokrasi Inklusif

Manuver
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bersama Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan petemuan tertutup di Kediaman SBY di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, 21 Desember 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / WM Selasa, 9 April 2019 | 19:58 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menilai, manuver "masukan" Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjukkan komitmen Partai Demokrat pada demokrasi inklusif. Menurut Syamsuddin, wajar jika SBY dan Partai Demokrat mendapatkan simpati dari publik dengan manuver tersebut.

"Pak SBY ingin tunjukkan komitmen Demokrat pada demokrasi inklusif, dan wajar berharap simpati publik untuk itu," ujar Syamsuddin saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (9/4/2019).

Syamsuddin menilai, kemungkinan SBY menangkap bahwa kampanye akbar Capres-Cawapres 02 Prabowo-Sandi di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta cenderung eksklusif. Salah satu tandanya, menurut dia, adanya salat subuh yang dilakukan sebelum kampanye dimulai.

"Mungkin SBY menangkap kampanye rapat akbar paslon 02 cenderung ekslusif, yang ditandai dengan salat subuh mendahului kampanye. Massa PKS, HTI atau Gerindra, saya tidak tahu,"  kata Syamsuddin,

Karena itu, Syamsuddin berpendapat, apa yang disampaikan SBY adanya benarnya juga. Pasalnya, kampanye Prbowo-Sandi di GBK, terkesan eksklusif, yakni seolah-olah hanya mewadahi alumni 212.

"Selain itu, surat SBY tersebut mengonfirmasi retaknya kubu 02 yang sudah terjadi sejak awal pembentukannya," kata Syamsuddin.



Sumber: BeritaSatu.com