200 Warga Binaan Lapas Paladeng Bogor Belum Bisa Mencoblos

200 Warga Binaan Lapas Paladeng Bogor Belum Bisa Mencoblos
Sebanyak 996 warga binaan Lapas Paledang mendapatkan sosialisasi terkait Pemilu 2019 oleh KPU Kota Bogor, Selasa (9/4). ( Foto: beritasatu.com / vento saudale )
Vento Saudale / WM Selasa, 9 April 2019 | 20:09 WIB

 

Bogor, Beritasatu.com – Sebanyak 996 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Paledang, mendapat sosialisasi proses Pemilu 2019 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor. Masih ada 200 warga binaan masih menunggu keluarga memberikan form A5 (beda lokasi) untuk bisa menggunakan hal mencoblos.

Koordinator Divisi Sosialisasi, KPU Kota Bogor, Dian Askhabul Yamin mengatakan, dalam proses sosialisasi, KPU menerangkan jumlah kertas suara yang harus di coblos dan proses tahapan pencoblosan.

Kata dia, nantinya surat suara pemilih itu tergantung dari domisilinya masing-masing. Bila warga binaan asal luar Jawa Barat hanya bisa melakukan pemilihan capres. Sedangkan bagi warga binaan asal Jabar mendapatkan dua surat suara dan untuk Kota Bogor sesuai domisili Lapas di Bogor Tengah bisa mendapatkan lima kertas suara.

“Saya berharap semua warga binaan bisa menggunakan hak pilihnya dan mau menyuseskan pemilu Rabu 17 April nanti,” kata Dian, Selasa (8/4/2019).

Salah satu warga binaan Budi Rusli menyebut, dirinya bukan berdomisili di Bogor. Namun demikian ia masih berkeinginan untuk bisa menggunakan haknya untuk mencoblos. Pun hanya satu pilihan untuk capres.

“Masih menunggu keluarga untuk mengantar form A5 (beda domisili) saya,” paparnya.

Kalapas Paledang, Teguh Wibowo menuturkan, jumlah warga binaan penghuni Lapas Paledang sebanyak 996 narapidana. Hingga hari H pencoblosan, jumlah warga binaan masih terus berubah sehingga ia akan terus berkoordinasi dengan KPU Kota Bogor untuk menjamin hak pilih mereka.

“Sirkulasi penghuninya luar biasa di sini, memang ada 200 warga napi yang masih menunggu A5, tetapi warganya juga masih silih berganti. Mereka semua punya hak pilih, namun kami tetap berpacu dengan aturan. Kalau memang keluarganya bisa mengantar A5, maka warga tersebut bisa mencoblos di sini,” ujar Teguh.

Pada Pemilu 2019 nanti, Lapas Kelas II A Paledang Kota Bogor menyediakan empat tempat pemungutan suara (TPS). Petugas TPS yang bertugas merupakan pegawai Lapas Paledang.

“Setiap TPS ada tujuh orang yang bertugas, jadi ada 28 petugas nanti. Kita juga minta back up keamanan dari Polri,” kata Teguh.



Sumber: BeritaSatu.com