Warga Solo Ditantang Raup Suara Sampai 90 Persen untuk Jokowi

Warga Solo Ditantang Raup Suara Sampai 90 Persen untuk Jokowi
Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyapa pendukungnya dalam kampanye akbar di Stadion Sriwedari Solo, Selasa (9/4) sore. ( Foto: Suara Pembaruan / Fuska Sani Evani )
Fuska Sani Evani / WM Selasa, 9 April 2019 | 20:23 WIB

 

Solo, Beritasatu.com - Berkampanye di kota kelahirannya, Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menantang warga Solo untuk meningkatkan perolehan suara menjadi 90 persen (%) dalam Pilpres 17 April mendatang.

Dihadapan ribuan pendukungnya dalam kampanye akbar di Stadion Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo, Selasa (9/4/2019) sore, Jokowi membuka orasi dengan menanyakan kabar masyarakat Solo.

"Pripun kabaripun (gimana kabarnya?)," ujar Jokowi sambil meminta konstituennya mengangkat satu jari atau jempol.

Jokowi pun menyampaikan bahwa kariernya di politik, dimulai dari Solo. 

"Saya mengawali karier di bidang pemerintahan di sini. jelasnya menegaskan. Pada 2005-2010 berhasil dengan aman hingga dilanjutkan pada dua periode 2010-2012," katanya.

Tetapi pada tahun 2012, dipanggil Ketum PDI Perjuangan ke Jakarta.

"Saya jadi gubernur DKI Jakarta, tetapi kurang dari tiga tahun dicalonkan jadi Presiden. Dulu Pilpres 2014 Jateng 66, 65 persen. Namun tahun ini, saya tidak mau hanya segitu, saya mau minimal 70 persen," kata Jokowi.

Dan, paling tidak pada Pilpres 2019 ini di Jateng bisa meraup 80 hingga 90 persen.

"Khususnya Solo, harus lebih dari 84 persen," seru Jokowi.

Dalam kampanye akbar yang dihadiri Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, juga putri Gus Dur, Yeni Wahid, Erick Thohir (Ketua TKN), Abdul Kadir Karding, Ipang Wahid, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, hingga Ustaz Yusuf Mansur tersebut, Jokowi kembali menyampaikan program tiga kartu yakni Kartu KIP Kuliah, Kartu Pra Kerja dan Kartu Diskon belanja sembako.

"Ini program Capres, dan akan berlaku awal tahun mendatang," ujarnya.

Karena itu, Jokowi meminta pendukungnya untuk serius menggalang suara, mengingat Pemilu tinggal 8 hari lagi.

Usai memberi orasi singkat, Jokowi juga meminta masyarakat perang terhadap hoax yang sengaja disebar untuk menjatuhkan dirinya. "Hadang dan kubur hoax," seru Jokowi yang disambut dengan penampilan berupa peti mati yang bertulis kubur Hoax dan SARA.

Menyapa pendukungnya dengan gaya khas yakni ber-selfie dengan masyarakat, Puan Maharani juga Megawati Soekarnoputri tampak ikut melakukan hal yang sama.

Kampanye akbar yang berlangsung santai dan singkat tersebut, diakhiri dengan tradisi Jokowi berkeliling dan melayani pendukung yang meminta foto bersama di bawah panggung.



Sumber: Suara Pembaruan