Bawaslu Kaji Laporan Dugaan Jual Beli Suara di Malaysia

Bawaslu Kaji Laporan Dugaan Jual Beli Suara di Malaysia
WNI Pemilu lebih awal 2019 ( Foto: VOA Indonesia )
Yustinus Paat / IDS Selasa, 9 April 2019 | 20:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan pihaknya sedang mengkaji dugaan jual beli suara Pemilu 2019 di Malaysia. Bawaslu, kata Afif, akan menginvestigasi secara mendalam terhadap jual beli suara termasuk pelanggaran-pelanggaran.

"Sifatnya masih dikaji juga dengan pelanggaran-pelanggaran tapi kami sudah mendalami temuan dan temuan dari pengawas bawaslu di sana (Malaysia),"ujar Afif di Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Sarinah, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Afif mengatakan Bawaslu sudah menindaklanjuti sejumlah informasi dan temuan dari dugaan jual beli suara di Malaysia. Namun, Afif mengakui bahwa informasi awal dugaan jual beli suara tersebut belum terlalu menyakinkan.

"Informasi awalnya belum terlalu meyakinkan sehingga kami dalami dari sisi investigasi akan dilakukan oleh pelanggaran-pelanggaran. Kami dalami dalam sisi investigasi karena dari sisi dalamnya belum terlalu menyakinkan sehingga kami dalami dari sisi investigasi," terang dia.

Sebelumnya, Caleg DPR RI Dapil DKI Jakarta 2 dari Partai Gerindra, Basri Kinas Mappaseng, melaporkan dugaan jual beli suara Pemilu 2019 di Malaysia ke Bawaslu. Dia menyebutkan harga suara yang ditawarkan tergantung dari jumlah suara yang akan diterima.

"Harganya bermacam-macam, ada 15 ringgit, ada 25 ringgit, macam-macamlah tergantung basis massanya. Nawarin sampe 20 ribu, lima puluh ribu (suara)," kata Basri saat melaporkan dugaan jual beli suara di Malaysia ke Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Sarinah, Jakarta, Jumat (5/4/2019).



Sumber: BeritaSatu.com