TKN Jokowi Minta Kubu Prabowo Hentikan Politik Kebohongan

TKN Jokowi Minta Kubu Prabowo Hentikan Politik Kebohongan
Pemilu 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo )
Hendro D Situmorang / WBP Selasa, 9 April 2019 | 20:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengimbau masyarakat untuk semakin mewaspadai semakin gencarnya hoax menjelang Pemilu pada 17 April mendatang. Karding menyayangkan maraknya opini sesat yang terus dimainkan kubu pasangan nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno seperti provokasi soal kecurangan pemilu.

Abdul Kadir Karding yakin cara-cara yang tidak terpuji itu tidak akan mempan untuk mempengaruhi swing dan undecided voters. Rakyat, sudah cerdas dan mampu membedakan mana kubu yang berbicara fakta dan mana yang terus menebar kebohongan.

"Sejak 2014 kita bisa lihat mana yang gemar menebar hoax. Mulai hoax soal pemenang pemilu 2014, hoax Ratna Sarumpaet, hingga yang paling anyar hoax soal settingan suara di KPU," kata Abdul Kadir Karding dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Selasa (9/4/2019).

Abdul Kadir Karding menilai seluruh rekam jejak kebohongan itu adalah fakta yang sulit dibantah. Untuk itu, di sisa waktu kampanye yang tinggal menghitung hari, Abdul Kadir Karding mengajak kubu 02 untuk menyetop politik kebohongan. "Mari kita kedepankan berpolitik yang santun. Tidak baik kita menghalalkan segala cara, termasuk hoax demi meraih elektabilitas," kata Abdul Kadir Kardin.

Abdul Kadir Karding juga meminta kubu 02 untuk tak sekadar berucap Pancasila, tapi kenyataannya malah bertindak atas semangat eksklusivitas golongan tertentu. Menurutnya, Indonesia sama sekali tak membuka ruang bagi ideologi selain Pancasila. "Dalam waktu yang mepet ini, seperti tak usah heran kalau tiba-tiba ada tokoh bicara setia pada Pancasila. Padahal selama ini didukung dan akrab dengan golongan radikalisme," kata Abdul Kadir Karding.

Hal itu adalah bagian dari propaganda. Perubahan narasi mengaku Pancasila itu, diikuti dengan fitnah yang menyerang persona Jokowi.

"Politik itu adalah sebuah proses pendidikan panjang yang hasilnya akan tergantung dari usaha untuk meraih tujuan. Dengan usaha yang baik, hasil baik akan dipetik. Dan dengan usaha yang buruk, hasil buruk pula yang dituai. Kami di tim Jokowi selalu sadar akan hal itu bahwa untuk meraih hasil baik dalam pemilu harus ditempuh lewat jalan yang baik pula," tutup Abdul Kadir Karding.



Sumber: Suara Pembaruan