KPU Medan Kembali Diserang Hoax

KPU Medan Kembali Diserang Hoax
Ilustrasi pelaku pembuat dan penyebar "hoax: serta barang bukti yang disita polisi. ( Foto: Antara )
Radesman Saragih / JAS Selasa, 9 April 2019 | 20:48 WIB

Medan, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan kembali diserang informasi bohong (hoax) terkait surat suara yang sudah tercoblos sebelum Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 berlangsung pada 17 April mendatang.

Hoax tersebut beredar setelah unggahan di salah satu akun Facebook Adrian Bluee Reso yang dikirimkan ke Komunitas Kabar Madura. Akun Facebook tersebut mengunggah, "Bagi pendukung 02 minta bantuan tretan #salam. Tolong share ke semua grup. Kertas suara di Medan sudah dicoblos 01. Ternyata KPU Pro 01 Dan digerebek oleh pendukung 02".

Ketua KPU Medan, Agussyah Ramadani Damanik mengatakan ini kali keduanya KPU Medan diserang hoax tercoblosnya surat suara.

"Saya pastikan dan tegaskan bahwa postingan itu hoax, palsu, fitnah. Dan ini sudah kali keduanya kami diserangnya kabar hoax," katanya, Selasa (9/4/2019).

Agus menjelaskan bahwa pola, cara dan isi unggahan mirip seperti hoax yang sebelumnya juga ditujukan ke KPU Kota Medan.

"Namun, bedanya yang lalu disertai dengan video yang tidak jelas lokasinya dan sekarang dengan postingan gambar atau foto," jelasnya.

Agus mengungkapkan bahwa unggahan disebut seolah-olah berada di Medan. Padahal jelas terlihat ada surat suara atas nama calon Tsamara yang tidak ada dalam daftar calon tetap (DCT) baik tingkat DPR, DPRD Provinsi, dan Kota di Medan.

"Jadi, ini seolah-olah surat suara yang tercoblos. Namun tidak bisa dipastikan apakah itu memang surat suara asli, bisa saja spesimen atau bahan simulasi/sosialisasi dam masih perlu kajian/penelusuran," ungkapnya.

Menurut Agus, KPU Kota Medan hingga detik ini masih belum berpikir perlu untuk segera melaporkan hoax tersebut ke pihak kepolisian, mengingat sisa waktu 8 hari lagi pesta demokrasi berlangsung.

"Masih banyak tahapan yang harus dikerjakan dan dikawal selama 24 jam. Oleh karena itu kami mengimbau kepada masyarakat agar cerdas dalam memilih dan memilah informasi serta selektif dalam menyebarluaskannya," pungkasnya.

Sebelumnya, awal Maret, beredar video ricuh dituding lokasinya di KPU Medan. Dalam video itu terlihat massa datang ke kantor KPU protes tentang surat suara Pemilu 2019 yang sudah dicoblos.

Kasus ini sendiri sudah tuntas dan pelakunya menyebar video hoax tersebut sudah ditangkap Polda Sumut.



Sumber: Suara Pembaruan