Isu Pancasila dan Kebinekaan Jadi Pertimbangan Utama di Pilpres

Isu Pancasila dan Kebinekaan Jadi Pertimbangan Utama di Pilpres
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira disambut dengan tarian ketika hendak memimpin konsolidasi organisasi PDI Perjuangan sedaratan Sumba, 11 Februari 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Markus Junianto Sihaloho )
Markus Junianto Sihaloho / WM Selasa, 9 April 2019 | 21:13 WIB

Sikka, Beritasatu.com - Isu ideologi Pancasila dan kebinekaan menjadi tema sentral dalam kampanye rapat umum terbuka yang dilakukan PDI Perjuangan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari ini.

Sejumlah juru kampanye menyuarakan agar di Pilpres 2019, rakyat NTT memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden yang sudah jelas mampu menjaga Pancasila dan NKRI.

Ribuan warga Kabupaten Sikka berkumpul di lapangan terbuka di kota itu, Selasa (9/4/2019), untuk turun dalam kampanye. Sekjen PDI Perjuangan yang juga Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto ikut hadir.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira mengatakan, rakyat harus mengingat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam perhelatan pemilu kali ini.

"Sebab kita tahu ada kelompok tertentu di republik yang sedang berbicara lain soal dasar negara dan ideologi ini, dan hendak menggunakan pemilu ini untuk mengganti dasar negara. Ini tak boleh," kata Andreas Pareira.

"Kalau Pancasila tak jadi dasar negara, bubar negara ini. Mari kita jaga. Dan pilih presiden yang kita yakin mampu jaga Pancasila."

Lebih lanjut, caleg DPR RI dapil NTT I nomor urut 1 itu mengatakan, kualitas demikian sudah terbukti pada soso capres Jokowi. Jokowi adalah presiden yang berani membubarkan organisasi yang bertentangan dengan Pancasila.

"Pak Jokowi tak main-main dan kompromi bila menyangkut ideologi Pancasila," ulas Andreas.

Mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengatakan, masyarakat tak perlu memikirkan calon lain selain Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

"Kalau sudah pilih Jokowi, pilih PDIP saja. Jelas yang paling menjaga dan membela Pancasila dan NKRI," kata Frans Lebu Raya.

Ketua DPD PDIP NTT itu mengatakan, Jokowi adalah sosok yang merakyat, baik, dan sederhana. Muncul dari kalangan rakyat bawah yang mayoritas.

"Seorang tukang kayu, tinggal di bantaran kali. Karena apa? Karena tak sanggup membeli tanah di kota seperti kebanyakan dari kita," ungkapnya.

Selama memerintah, Jokowi membuktikan janjinya dengan memberi Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP). Ke depan, akan ada 3 kartu sakti lainnya. Yakni KIP Kuliah, Kartu Sembako, dan Kartu Prakerja.

"Maka itu jangan ragu memilih supaya lanjut semua program itu," kata Frans.

Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka, Alex Longginus, kampanye ini adalah kampanye rapat umum pertama dan terakhir di Pulau Flores.

"Setelah ini, mari kita lanjutkan kerja pemenangan kita, turun door to door memenangkan Jokowi-KH Ma'ruf Amin," kata Alex.



Sumber: BeritaSatu.com