Hasto Berterima Kasih atas Sambutan Warga NTT untuk Jokowi-Amin

Hasto Berterima Kasih atas Sambutan Warga NTT untuk Jokowi-Amin
Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, dalam kampanye terbuka di Pulau Flores yang dipusatkan di Kabupaten Sikka, Selasa (9/4/2019). ( Foto: istimewa / istimewa )
Markus Junianto Sihaloho / YS Rabu, 10 April 2019 | 00:11 WIB

Sikka, Beritasatu.com - Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengapresiasi sambutan masyarakat NTT, khususnya di Pulau Flores, yang setia mendukung paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dikatakan, kemarin Jokowi sudah berkampanye di Kupang dan disambut dengan sangat baik. Dan sambutan itu tak berhenti dengan hadirnya ribuan warga dalam kampanye terbuka di Pulau Flores yang dipusatkan di Kabupaten Sikka, Selasa (9/4/2019).

"Kami meyakini wilayah NTT masih menjadi basis suara di wilayah Indonesia Timur," ujar Hasto.

Meski bisa dibilang lumbung suara nasional, Jokowi tetap memperhatikan. Menurut Hasto, Jokowi bahkan delapan kali menyambangi wilayah ini agar bisa maju bersama seperti dengan daerah lainnya.

"Kita tolak impor beras dan pangan. Tapi tanpa upaya konkret meningkatkan produksi pertanian, tak ada guna. Maka pak Jokowi membangun 7 bendungan, 2 waduk agar bisa mengairi 15.000 hektare sawah. Tanpa air, tidak ada kemajuan, tanpa pembangkit listrik tidak ada kemajuan," katanya.

"Kalau mau meningkatkan kesejahteraan petani, rakyat akan cukup pangan, maka untuk itu perlu ada perairan yang mencukupi."

Hasto juga menjelaskan tiga kartu sakti Jokowi yang baru bila terpilih kembali memimpin Indonesia di periode 2019-2024. Pertama adalah kartu sembaki murah yang memastikan harga sembako terjangkau.

"Jadi kartu sembako agar ibu-ibu tidak perlu galau," kata Hasto.

Kedua adalah kartu prakerja, yang akan memastikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang produktif dengan ditingkatkan kemampuannya dalam bekerja.

"Yang baru lulus, jangan takut. Karena kartu prakerja adalah jurus manjur anti nganggur," kata Sekjen PDI Perjuangan itu.

Ketiga adalah KIP Kuliah yang akan memastikan Indonesia memiliki anak-anak pintar dan sarjana yang mengembangkan berbagai produk dari bahan-bahan mentah yang ada. Para sarjana ini yang akan mengembangkan jagung sebagai asupan gizi rakyat sekaligus sebagai pakan ternak. Tanpa penelitian yang handal, takkan mungkin bisa dicapai.



Sumber: Suara Pembaruan