Jokowi dan Para Ketum KIK Siapkan Kejutan di Konser Putih

Jokowi dan Para Ketum KIK Siapkan Kejutan di Konser Putih
Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyapa pendukungnya dalam kampanye akbar di Stadion Sriwedari Solo, Selasa (9/4) sore. ( Foto: Suara Pembaruan / Fuska Sani Evani )
Markus Junianto Sihaloho / FMB Rabu, 10 April 2019 | 14:35 WIB

Labuan Bajo, Beritasatu.com - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, menjanjikan kejutan dari ketua umum partai politik Koalisi Indonesia Kerja (KIK) dalam acara Konser Putih di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Sabtu (13/4/2019) mendatang. Kejutan menarik itu, lanjut Hasto, juga akan ditampilkan oleh pasangan calon nomor urut 01 itu.

"Jokowi, Ma'ruf Amin, para ketua parpol menampilkan sesuatu yang menarik," kata Hasto di sela kegiatan kampanyenya di Labuan Bajo, NTT, Rabu (10/4/2019).

Hasto menerangkan, lebih dari 500 artis akan memeriahkan Konser Putih itu. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan ini menjanjikan kegembiraan bagi rakyat yang hadir dalam acara Kampanye Akbar itu.

"Seluruh warga bangsa bebas hadir, kecuali anak-anak sesuai peraturan KPU dilarang hadir. Kami akan merayakan bagaimana Indonesia begitu majemuk, begitu besar di bawah kepemimpinan Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin," jelasnya.

Sejumlah tokoh masyarakat, agama dan juga relawan sudah mengonfirmasi kehadirannya. Namun, nantinya antara pendukung dari partisan dan nonpartisan akan dipisahkan.

"Misal PDIP dari utara ke GBK. Golkar dari tengah ke GBK sehingga seluruh partai bercampur dengan seluruh elemen masyarakat. Khusus di GBK nanti desainnya putih adalah kita," tandas Hasto.

Lebih jauh, Hasto mengatakan ada tokoh-tokoh yang menganggap kampanye akbar Jokowi-Ma'ruf tak akan berhasil. Salah satunya adalah Fahri Hamzah. Dari komunikasi dengan para pendukung Jokowi, keraguan tersebut justru membuat para pendukung dari berbagai wilayah tertantang untuk ikut datang ke Jakarta.

"Kalau Pak Prabowo-Sandi mengklaim kampanyenya lebih dari 1 juta orang, padahal kapasitas Senatan itu hanya 160.000 orang. Biasalah klaim untuk mendapatkan dukungan. Tetapi Pak Jokowi bergerak karena rasa cinta rakyat Indonesia kepada pemimpin yang mampu membangun harapan melalui kerja-kerja konkret," beber Hasto.



Sumber: BeritaSatu.com