Polemik Yusril dan Rizieq Berlanjut

Polemik Yusril dan Rizieq Berlanjut
Yusril Ihza Mahendra ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / HA Rabu, 10 April 2019 | 16:18 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra membantah tudingan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab bahwa dia seorang pengkhianat.

Yusril menyatakan tudingan Rizieq terhadapnya tidaklah tepat, karena dirinya memang tidak pernah diberikan amanah apa pun oleh Rizieq, sehingga dia bertanya-tanya.

"Apa yang dikhianati, orang saya tidak pernah diberikan amanah oleh Habib," kata Yusril dalam acara Silaturrahim Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia, di Batu Ceper, Kota Tangerang, Rabu (10/4/2019).

Dia mengklaim tidak punya rekam jejak membohongi orang banyak, apalagi terhadap para ulama dan kiai. Apa yang dikatakannya adalah sebuah kebenaran yang disertai bukti-bukti.

Yusril terlibat polemik dengan Rizieq setelah dia mempublikasikan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang mengindikasikan kalau Rizieq meragukan keislaman calon presiden Prabowo Subianto.

"Bahasa lisannya, Prabowo ini 'Islam-nya tidak jelas' berasal dari kata-kata Rizieq sendiri. Belakangan dikatakan, saya dibilang bohong dan lebih dari dua tahun lalu tidak ada komunikasi dengan Rizieq," paparnya.

Dijelaskan dia, sejak mulai zaman Presiden Soeharto, dirinya telah dipercaya menulis pidato dan surat kenegaraan dan tidak ada yang pernah diprotes oleh Soeharto.

Yusril juga menyebut pernah menjabat sebagai sekretaris M Natsir, mantan Perdana Menteri Indonesia, dan juga yang bertugas menulis surat-surat dan pidatonya, dan tidak ada yang pernah diprotes. Saking percayanya, kata Yusril, dia pernah diserahkan kertas kosong untuk menulis surat yang sudah ditandatangi lebih dulu.

"Saya pernah menulis pidato dan surat-surat Soeharto selama sekitar tujuh tahun. M Natsir juga sama, 14 tahun menjadi sekretaris beliau, staf beliau. Alhamdullilah, sampai Pak Natsir meninggal dan Pak Harto wafat, belum pernah saya khianat beliau," jelasnya.

Pekan lalu, dalam sebuah video, Rizieq menyebut Yusril dan PBB sebagai pengkhianat karena mendukung calon presiden petahana Joko Widodo.



Sumber: BeritaSatu.com