Jokowi Dinilai Hadapi Lawan Tanding yang Tidak Main-main

Jokowi Dinilai Hadapi Lawan Tanding yang Tidak Main-main
Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berbincang sesaat, usai mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu 30 Maret 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Carlos KY Paath / FER Rabu, 10 April 2019 | 18:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Calon presiden (capres) 01, Joko Widodo (Jokowi) dinilai cukup kewalahan memenangkan Pilpres 2019. Sebab, Prabowo Subianto, sebagai penantang bukan lawan yang mudah dikalahkan sebagaimana Pilpres 2014.

"Saat ini betul-betul pak Jokowi menghadapi lawan tanding yang tidak main-main. Nanti masyarakat yang akan memilih. Biar punya otoritas fasilitas dan networking, tapi kalau masyarakat melalui pemilih menginginkan adanya pemerintahan baru, tidak bisa dibendung," kata peneliti LIPI, Siti Zuhro.

Hal tersebut disampaikan Siti dalam Diskusi Topic of The Week bertajuk "Kampanye 02 Sering Diganggu: Tegakkan Fair Play!" di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

"Pilpres 2019 ini memberikan nuansa-nuansa kebaruan yang luar biasa konteksnya," ujar Siti.

Baca Juga: Yakin Menang, Prabowo Sebut Hitungannya Akurat

Siti pun menyebut, politik itu momen. "Setiap era ada pemimpinnya, setiap pemimpin ada eranya. Animo masyarakat tetap tinggi kepada Pak Prabowo. Slow but sure animo itu meluas. Ini yang tidak terjadi pada Pak Prabowo di Pilpres 2014,” kata Siti.

Sejak awal, menurut Siti, Jokowi sebagai petahana memiliki otoritas, fasilitas dan jaringan luar biasa. Dengan kondisi seperti itu, semestinya tak ada kesulitan bagi Jokowi menyampaikan pencapaiannya selama ini. Sementara lawan tandingnya, harus berjibaku menandingi visi misi program dan meyakinkan masyarakat.

"Menjadi mudah bagi lawan tanding ketika petahana ternyata kepuasan publik ketika memerintah tentunya tidak berdampak pada elektabilitas," pungkas Siti.



Sumber: Suara Pembaruan