Survei Indomatrik: Prabowo-Sandi Kuasai Sumatera

Survei Indomatrik: Prabowo-Sandi Kuasai Sumatera
Calon Presiden 02 Prabowo Subianto kampanye akbar di Stadion Kridosono Yogyakarta, Senin (8/4/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Fuska Sani )
Robertus Wardi / JAS Rabu, 10 April 2019 | 21:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Survei Indomatrik menyebutkan Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengusai Pulau Sumatera. Pasangan ini unggul hampir di semua provinsi di Sumatera.

“Prabowo-Sandi mendapatkan angka 59,10 persen. Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin hanya 30,7 persen. Sementara yang belum menentukan pilihan namun akan berpartisipasi dalam Pemilu 10,20 persen,” kata Direktur Eksekutif Indomatrik Syahruddin Ys di Jakarta, Rabu (10/4).

Ia menjelaskan survei dilakukan secara proposional di 34 provinsi yang memiliki hak pilih dalam Pilpres 17 April 2019. Responden merupakan para pemilih yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah dan terdaftar di KPU sebagai pemilih.

Penyebaran wilayah di 50 persen perkotaan dan 50 persen pedesaan. Jumlah responden sebanyak 2.100 orang dengan penentuan secara random sistematis. Tingkat kesalahan (margin of error) 2,4 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling.

Dia menegaskan hasil survei memperlihatkan keunggulan Prabowo-Sandi meliputi Aceh (74,36 persen), Sumatera Utara (48,62 persen), Sumatera Barat (60,98 persen), Riau (61,90 persen), Jambi 55,56 (persen), Sumatera Selatan (61,76 persen), Bengkulu (56,25 persen) dan Bangka Belitung (90 persen).

Adapun Kepulauan Riau imbang dengan angka 46,15 persen. Sementara pasangan Joko W-Maruf A hanya unggul di Provinsi Lampung dengan perolehan 61,19 persen.

Selain wilayah Sumatera, Prabowo-Sandi juga unggul di wilayah Sulawesi. Untuk wilayah ini Prabowo-Sandi unggul 53,93 persen, sementara Jokowi-Amin hanya 36,25 persen.

“Prabowo-Sandi unggul di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo. Jokowi-Amin hanya unggul di Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat,” tutup Syahruddin. 



Sumber: Suara Pembaruan