TKN: Fakta-fakta Mengarah ke Upaya Deligitimasi KPU

TKN: Fakta-fakta Mengarah ke Upaya Deligitimasi KPU
Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf Lukman Edy tidak menuduh adanya deligitimasi KPU, tapi sejumlah fakta mengarah ke sana.
Ahmad Salman / AIS Rabu, 10 April 2019 | 22:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Berita hoax yang menyudutkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) banyak bertebaran di media sosial. Di antaranya isu hoax surat suara sebanyak 7 kontainer dari Tiongkok tiba di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan sudah tercoblos nomor 01. Terkait kasus ini KPU memastikan kasus surat suara tercoblos ini sebagai berita bohong. 4 Pelaku ditangkap dalam kasus ini.

Isu lain adanya laporan 17,5 juta DPT ganda. "Padahal apa yang disampaikan berjuta-juta DPT ganda, bermasalah, invalid sebenarnya bukan data-data yang patut untuk disimpulkan sebagai DPT yang bermasalah," kata Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf Lukman Edy di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Dari sejumlah isu hoax tersebut, Lukman tidak menuduh adanya deligitimasi KPU. "Tidak menuduh deligitimasi, tapi fakta-fakta yang terjadi benar seperti itu adanya," ucap Lukman.

Menyikapi kasus ini Lukman membagi dua deligitimasi. Pertama, upaya deligitimasi terhadap Jokowi sebagai presiden petahana dan sebagai capres. Kedua, deligitimasi terhadap KPU.

Poin pertama, Lukman menyebut kasus Ratna Sarumpaet sebagai salah satu upaya deligitimasi terhadap Jokowi. Termasuk berbagai macam pidato capres Prabowo Subianto secara lugas menyebut berbagai macam soal ekonomi, HAM, penegakan hukum, sumber daya alam, sumber daya manusia yang dinilai lemah.

Lihat video: 



Sumber: BeritaSatu TV