BPN Beberkan 3 Poin Terkesan Deligitimasi KPU

BPN Beberkan 3 Poin Terkesan Deligitimasi KPU
Juru Debat BPN Prabowo-Sandi M. Iqbal membeberkan tiga poin adanya upaya deligitimasi terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Ahmad Salman / AIS Rabu, 10 April 2019 | 22:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Debat BPN Prabowo-Sandi M. Iqbal membeberkan tiga poin adanya upaya deligitimasi terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pertama, Iqbal menyebut pernyataan Komisioner KPU Wahyu Setiawan soal pemberian kisi-kisi debat capres dalam sebuah acara di televisi. Wahyu menyinggung kalimat Wahyu soal ada yang dipermalukan. Menurut Iqbal pernyataan ini tidak netral.

"Siapa yang dipermalukan? Statement itu secara tidak langsung dia ingin menjaga salah satu kandidat," jelas Iqbal dalam sebuah dialog di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Kedua, terkait DPT ganda yang terbukti benar adanya. "Akhirnya KPU meralat kok. Bayangkan kalau kita pemilu dengan data yang tidak benar. Uang negara habis, mubazir," ucap Iqbal.

"Kita ingin meralat ini justru untuk memperkuat KPU bahwa agar pemilu berjalan dengan baik," tambah Iqbal.

Poin ketiga, banyaknya terjadi kecurangan. Salah satunya kasus politik uang, yakni penemuan amplop berisi uang Rp 8 miliar. Iqbal menilai penanganan kasus ini lambat.

"Seorang menteri membagi duit dengan ada kata-kata ajakan ke TPS, sampai sekarang belum ada diperiksa. Itu yang membuat rakyat ini curiga, ada apa ini?" kata Iqbal.

Iqbal pun menantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berani membuka amplop Rp 8 miliar. "Ada ngga nama paslonnya? nama calegnya? harusnya dibuka," tandas Iqbal.



Sumber: BeritaSatu TV