Pengamat Sebut Makna Penting Pertemuan PKS-Rizieq di Saudi

Pengamat Sebut Makna Penting Pertemuan PKS-Rizieq di Saudi
Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Assegaf, ketua kaderisasi DPP PKS Amang Syarifudin dan Ketua Da'i Milenial Habib Idrus serta Dokter Irfan saat berdiskusi dengan kader PKS dan FPI di Arab Saudi. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / HA Kamis, 11 April 2019 | 05:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar psikologi politik Dr Irfan Aulia Syaiful menilai bahwa pertemuan antara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI)Rizieq Syihab dan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf di Mekkah beberapa waktu lalu dapat merapatkan barisan umat Islam.

"Pilihan tempat dan waktu deklarasi mengirim pesan bahwa shaf ummat Islam sedang diluruskan untuk menjaga Pancasila dan UUD 45. Hal ini juga menarik dikarenakan ada dinamika isu khilafah, Islam radikal, dan hoax yang beredar di masyarakat," ujar Irfan dalam keterangan, Rabu (10/4/2019).

Selain itu, lanjut Irfan, pertemuan ini mencakup beberapa poin penting seperti komitmen PKS yang akan menjadi partai terdepan membela umat Islam serta menjaga Pancasila dan UUD 1945.

"Lalu juga untuk memenangkan Pilpres dan memenangkan Pileg, dan menjaga perdamaian Bangsa serta bahu membahu bekerja sama dari Sabang sampai Merauke," papar dia.

Diketahui, pertemuan Rizieq dan Salim berlangsung pada tanggal 8 April 2019 di Makkah Al Mukaramah, setelah kampanye terbuka di Gelora Bung Karno Senayan dan setelah calon presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X.



Sumber: BeritaSatu.com