PSI Dapat Dukungan Komunitas Penghayat Jawa Timur

PSI Dapat Dukungan Komunitas Penghayat Jawa Timur
Juru Bicara PSI untuk Bidang Hukum dan Penyandang Difabel Surya Tjandra ( Foto: istimewa )
Yustinus Paat / AMA Kamis, 11 April 2019 | 11:57 WIB

Malang, Beritasatu.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi mendapatkan dukungan penuh dari Pirukunan PAMU (Purwa Ayu Mardi Utama) yang merupakan perhimpunan penghayat yang masih sangat aktif di seluruh Indonesia, berpusat di Banyuwangi dan Malang, Jawa Timur, pada Kamis (11/4/2019) di Malang.

Ketua Umum PAMU, Sumadi kepada Beritasatu.com, Kamis (11/4/2019), mengaku sudah mempelajari dan memahami apa yang menjadi tujuan dan cita-cita perjuangan PSI dari Caleg DPR RI serta media, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Sumadi menjelaskan, PAMU sangat mendukung apa yang diperjuangkan PSI tersebut karena selaras dengan ajaran “Kaweruh Pranataning Kamanungsan Kasunyatan”, yang dibawa oleh Ki Ageng R.M. Djoyopoernomo, pendiri PAMU.

“Artinya mewujudkan hubungan yang serasi selaras dan seimbang menuju terciptanya hubungan yang harmonis antar-umat ber-Tuhan, beragama, dan berkepercayaan,” jelas Sumadi.

Menyambut hal tersebut, juru bicara PSI, Surya Tjandra, yang juga caleg DPR RI dapil Malang Raya, menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Ini kehormatan bagi PSI, juga amanah yang harus kami terima untuk bersama PAMU memperjuangkan hak komunitas penghayat untuk menjalankan keyakinannya,” tegas Surya Tjandra.

Menurut Surya Tjandra, penghayat diilhami spirit yang sudah lama ada di tanah Jawa dan Nusantara, jauh sebelum tiba agama-agama arus utama yang mendominasi hari ini.

“Tidak selalu mudah untuk mereka mendapat tempat yang sepatutnya di masyarakat. Khususnya ketika lama negara tidak peduli, serta tekanan dari agama besar yang menyulitkan mereka menjalankan keyakinannya,” imbuh Surya Tjandra.

Menurut Surya Tjandra, bagi PSI, penghayat adalah warga negara yang punya hak sama seperti yang lainnya, dan simpati saja tidak cukup, tapi harus menjadi gerakan dan kerja nyata bersama-sama.

“Dasar negara Pancasila menjamin hak penghayat untuk menjalankan ritual dan kepercayaannya. Negara harus hadir memastikan itu terwujud,” tegas Surya Tjandra yang adalah doktor ilmu hukum lulusan Universitas Leiden, Belanda, ini.

Sementara itu aktivis penghayat yang juga caleg PSI untuk DPRD Kota Malang, dapil Sukun, Sumardiroto menjelaskan, dukungan terbuka ini menjadi penyemangat baginya dan meningkatkan energi untuk berjuang bersama PSI.

“Bapak saya sebagai sesepuh yang awalnya melarang anaknya berpolitik. Setelah tahu visi misi PSI, sekarang turut mengaminkan pernyataan Pak Sumadi,” jelas Sumardiroto.

Dengan dukungan ini, para sesepuh dan pinisepuh Pirukunan PAMU berjanji akan berusaha semampu dan semaksimal mungkin membantu PSI melewati ambang batas parlemen 4%, sehingga bisa mendudukkan calegnya di DPR.



Sumber: BeritaSatu.com