TKN Apresiasi Langkah KPU Laporkan Penyebar Hoax ke Polisi

TKN Apresiasi Langkah KPU Laporkan Penyebar Hoax ke Polisi
Meutya Hafid. ( Foto: Antara )
Hendro D Situmorang / AMA Kamis, 11 April 2019 | 12:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Meutya Hafid mengapresiasi langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaporkan berita bohong alias hoax jelang pemilihan umum khususnya pilpres banyak bertebaran ke pihak polisi. Diakui banyak yang termakan dengan berita yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan salah satu pihak tertentu, khususnya yang menjadi lawan politiknya.

Terakhir muncul hoax yang menyatakan kalau server KPU sudah disetting untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin. Berita ini tentu saja berbahaya karena menggiring opini bahwa KPU sudah berbuat curang untuk memenangkan salah satu calon. Polisi pun bertindak cepat dan sudah menangkap dua tersangka penyebar berita hoax tersebut dan tengah menjalani pemeriksaan di kepolisian.

"Saya apresiasi langkah KPU yang melaporkan ke pihak kepolisian. Saya juga mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang langsung bergerak dan menangkap pelaku penyebaran berita hoax," ujar Meutya Hafid dalam keterangan tertulisnya kepada Beritasatu.com, di Jakarta Kamis (11/4/2019).

Hoax yang beredar saat ini memang sangat tidak masuk akal. Namun ia meyakini masyarakat sudah bisa membedakan mana kabar benar dan mana berita fitnah.

"Semua berita hoax ini sepertinya mengarah untuk melakukan delegitimasi Pemilu. Seharusnya, kita semua menjaga pesta demokrasi ini berlangsung secara jujur dan adil, seperti diungkapkan Capres 01 Jokowi, juga harus berlangsung menyenangkan," ujar Meutya Hafid.

Meutya Hafid menambahkan, "Upaya mendelegitimasi pemilu tidak akan dibiarkan. Pemilu yang memakan biaya besar ini harus berlangsung sukses, Pemilu ini diselenggarakan untuk rakyat."

KPU sendiri menjunjung transparansi sampai pada proses perhitungan surat suara di pemilu 2019 mendatang. Proses penghitungan suara nantinya bisa disaksikan secara langsung oleh masyarakat dan hasil rekapitulasinya dapat diakses melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU RI.

"Mari kita kawal pesta demokrasi lima tahunan ini dengan baik. Beri kepercayaan kepada institusi yang sudah mendapat mandat untuk menjalankan Pemilu ini. Semoga kita mendapatkan pemimpin yang terbaik yang sudah terbukti kerjanya, bukan yang baru mau coba-coba. Pemimpin yang optimistis bukan yang pesimistis, apalagi yang menyatakan negara sedang sakit, padahal negara kita saat banyak mendapat pengakuan internasional," pungkas Meutya Hafid yang juga mantan jurnalis itu.



Sumber: Suara Pembaruan