Jokowi Targetkan Raup 55 Persen Suara di Jakarta

Jokowi Targetkan Raup 55 Persen Suara di Jakarta
Calon presiden nomor urut 01 Jokowi (tengah) berorasi di hadapan para pendukungnya saat berkampanye di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (10/4/2019) malam. ( Foto: ANTARA FOTO / Aditya Pradana Putra )
Markus Junianto Sihaloho / DAS Kamis, 11 April 2019 | 02:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Capres nomor urut 01, Jokowi meminta para pendukungnya untuk bekerja keras dalam memenangkan Pilpres 2019 terutama di wilayah DKI Jakarta. Jokowi mematok target kemenangan 55 persen suara.

Berbicara saat berkampanye di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (10/4/2019) malam, Jokowi mengatakan, pada Pemilu 2014 lalu Jokowi-JK mengungguli Prabowo-Hatta dengan angka 53 persen.

"Kita ingin 2019 ini minimal DKI Jakarta 55 persen," kata Jokowi di hadapan ribuan pendukungnya.

Angka 55 persen itu merupakan target minimal. Jokowi menyatakan akan segera menghubungi Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Provinsi DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi pada hari pencoblosan dan perhitungan suara nanti.

"Pak ketua TKD, DKI Jakarta dapat berapa persen? Begitu nanti mendapatkan 50 persen, awas Pak Ketua," ujar Jokowi.

Ditambahkan, tanggung jawab pemenangan tidak hanya di pundak Ketua TKD DKI Jakarta melainkan semua pihak yang harus mengupayakan perolehan 55 persen suara.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengingatkan agar persatuan dan kesatuan bangsa dikedepankan dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpecah hanya karena perbedaan pilihan politik.

"Jangan sampai urusan pilihan gubernur, pilihan presiden, tidak bersatu, kita tidak seperti saudara, tidak bersatu lagi," katanya.

Jokowi juga menyampaikan penjelasan soal tiga kartu baru yang akan dikeluarkan bila dirinya kembali terpilih sebagai presiden di periode 2019-2024. Yakni KIP Kuliah, Kartu Sembako, dan Kartu Prakerja.

Selain itu, Jokowi mengatakan Jakarta merupakan miniatur Indonesia. Karena semua suku ada di Jakarta. Mulai dari suku Jawa, Sunda, hingga suku Bugis bercampur menjadi satu di Kota Megapolitan ini. Namun, dia mengingatkan juga bahwa Suku Betawi adalah milik semua.

Ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi mengeluarkan peraturan gubernur mengenai pakaian adat Betawi, yaitu baju Sadariah dan Kebaya Encim. Hingga hari ini pakaian itu masih dipakai oleh para pejabat DKI Jakarta.

"Kenapa saat itu saya mewajibkan PNS dan birokrasi memakai pakaian Sadariah dan Kebaya Encim? Karena kita ingin budaya tetap dirawat," kata Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com