Kemdagri Terjunkan Tim Pemantau Pemilu 2019

Kemdagri Terjunkan Tim Pemantau Pemilu 2019
Mendagri Tjahjo Kumolo di acara pengukuhan Tim Pemeriksa Daerah Periode 2019-2020, di Hotel Sari Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4). ( Foto: beritasatu.com / yustinus paat )
Carlos KY Paath / CAH Kamis, 11 April 2019 | 14:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) menerjukan tim pemantau Pemilu 2019. Terdapat 200 orang yang disebar ke provinsi, khususnya yang disinyalir rawan terhadap permasalahan.

“Prinsipnya di seluruh provinsi tapi provinsi yang ditenggarai rawan. Misalnya Papua, karena geografinya luas. Total pemantau enggak banyak, ada 200 orang,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Hal itu disampaikan Tjahjo seusai acara “Pembekalan Tim Pemantau Pemilu 2019” di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemdagri, Jakarta, Kamis (11/4). “Tim pemantau hanya memastikan bahwa tugas KPU, panwas (panitia pengawas) di daerah jangan sampai terhambat, jangan sampai terganggu,” ujar Tjahjo Kumolo.

Tjahjo Kumolo menuturkan, pihaknya juga melayangkan surat kepada gubernur, bupati, dan wali kota. Intinya, membantu seluruh persiapan sampai selesainya tugas KPU di tingkat tempat pemungutan suara (TPS). Misalnya kebutuhan staf, bantuan transportasi, personil sekretariat, dan lain sebagainya.

Tjahjo Kumolo menambahkan, tim pemantau juga perlu merapat ke Polri dalam rangka deteksi dini. “Mana-mana TPS, kecamatan, desa yang masih dianggap rawan. Rawannya masalah apa? Mana yang bisa dipantau. Itu intinya di situ,” imbuh Tjahjo Kumolo.

Tjahjo Kumolo pun menyebut, “Setahun ini kami sudah keliling semua. Hasilnya kami serahkan ke Polri, kami koordinasi ke BIN (Badan Intelijen Negara), kalau Gakumdu (Penegakan Hukum Terpadu) ke kejaksaan, kami koordinasi ke KPU kaitannya dengan dukcapil (kependudukan dan pencatatan sipil).

Menurut Tjahjo, setiap tugas dari tim pemantau tidak akan tumpang tindih dengan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). “Memantau saja kok. Tidak masuk ke ranah yang sudah menjadi kewenangan KPU. Memastikan bawha pelaksanaan Pemilu di daerah itu lancar,” ucap Tjahjo.

Tjahjo menambahkan, anggota tim nantinya kembali sehari menjelang pemungutan suara 17 April 2019. “Langsung pulang. Hari H enggak ikut mantau. Ini tim mengecek persiapan supaya Pemilu di daerah berjalan lancar,” tandas Tjahjo. 

 



Sumber: Suara Pembaruan