GPPMP: Jokowi-Ma'ruf Punya Komitmen Tinggi Menjaga Pancasila

GPPMP: Jokowi-Ma'ruf Punya Komitmen Tinggi Menjaga Pancasila
Para tokoh Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP) 14 Februari 1946 saat deklarasikan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin di Jakarta, Rabu, 10 April 2019. ( Foto: Istimewa )
Carlos KY Paath / AO Kamis, 11 April 2019 | 16:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP) 14 Februari 1946 mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf). Mereka menganggap figur Jokowi-Ma’ruf berkomitmen tinggi dalam menjaga Pancasila sebagai dasar negara.

“Ada dua tokoh yang kelihatan dari rekam jejak dan kiprahnya tetap menginginkan Pancasila dan Merah Putih, yaitu Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf," kata Ketua Umum GPPMP Jefry Rawis di Rumah Aspirasi Jokowi-Ma’ruf, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis (11/4/2019), disebutkan kegiatan itu bertajuk "Bulat Tekad untuk Dukungan Jokowi-Ma'ruf”. Jefry mengungkapkan, keputusan mendukung Jokowi-Ma’ruf merupakan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GPPMP di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) pada 13-14 Februari 2019.

Terdapat 24 DPD GPPMP se-Indonesia yang bersepakat melahirkan Komunike Merah Putih. Komunike tersebut berangkat dari keprihatinan GPPMP terhadap situasi kebangsaan belakangan ini. Menurut Jefry, ada segelintir elite yang mengusung politik identitas.

“Ada elite yang memprovokasi massa dan melakukan tindakan yang mempertentangkan antargolongan dengan jargon politik identitas. Ini dianggap GPPMP sebagai hal yang tidak wajar dan harus dihentikan. Jangan coba-coba kelompok lain turunkan merah putih atau mengganti Pancasila dengan ideologi lain. Orang Manado tidak akan meninggalkan merah putih dan Pancasila. Ini harus disampaikan. Karena ada upaya mengganti Pancasila dan merah putih bendera kita," ujar Jefry.

Deklarasi diterima oleh Wakil Kepala Rumah Aspirasi, Michael Umbas. Menurut Umbas, dukungan GPPMP sepatutnya diapresiasi. “Walau sisa 7 hari menjelang pemungutan suara, masih ada semangat menyatakan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf. Patut diapresiasi,” kata Umbas.

Menurut Umbas, GPPMP mempunyai pesan ideologis kepada NKRI. “Semangat dan prinsip-prinsip yang saya kira sangat ideologis. Kehadiran GPPMP sangat memberikan suntikan semangat yang berharga untuk Jokowi-Ma’ruf,” ucap Umbas.

Umbas juga menyoroti pertarungan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 yang diwarnai pertentangan Pancasila dan khilafah. Di sisi lain, Umbas mengungkap, sejak 1928 peran Kawanua dan tokoh-tokoh Minahasa begitu penting.

“Bisa dimaknai ini semangat kecintaan kita kepada NKRI. Tidak membiarkan NKRI berganti jubah dengan ideologi lain. Kalau kita hari ini deklarasi, belum apa-apa dibanding perjuangan pendahulu kita dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” kata Umbas.



Sumber: Suara Pembaruan