Heboh Surat Suara Tercoblos di Malaysia, KPU Langsung Gelar Rapat Pleno

Heboh Surat Suara Tercoblos di Malaysia, KPU Langsung Gelar Rapat Pleno
Komisioner KPU Viryan Aziz ( Foto: Beritasatu TV )
Yustinus Paat / JAS Kamis, 11 April 2019 | 17:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar pleno untuk membahas tentang temuan dugaan surat suara tercoblos di Malaysia. KPU menggelar rapat pleno di Kantor KPU, Kamis (11/4/2019).

"Kami baru mau membahasnya. Poinnya adalah KPU sedang meminta klarifikasi dari PPLN Kuala Lumpur (Malaysia) terkait hal tersebut. Klarifikasi ini penting, prinsip kehati-hatian yang kami anut," ujar Komisioner KPU Viryan Aziz di KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Kamis (11/4/2019)

KPU, kata Viryan, akan melakukan klarifikasi dari Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur, apakah temuan tersebut benar atau tidak. Jika benar, kata dia, KPU harus tahu duduk persoalan atau kronologinya seperti apa.

"Ketiga bukti-bukti yang ada juga penting untuk terklarifikasi. Sehingga apabila hal disampaikan atau memang terjadi pelaksanaan pemungutan suara di tempat tersebut tidak sesuai aturan, tentunya kami akan melakukan koreksi," tegas Viryan.

Viryan mengatakan pihaknya tetap berhati-hati dalam mengambil tindakan. KPU harus memastikan informasi yang diperoleh bisa dipertanggungjawabkan.

"Hasil klarifikasi itu akan jadi bahan kami untuk menentukan apa yang akan kita ambil kebijakannya," pungkas dia.

Sebelumnya, beredar video tentang penggerebekan lokasi tempat penyeludupan surat suara pos di sebuah ruko di kawasan Bangi, Selangor, Malaysia. Dalam video tersebut, disebutkan bahwa surat suara Pilpres sudah tercoblos untuk Pasangan Calon Presiden Nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf dan surat suara pileg untuk Partai Nasdem dengan caleg Nomor urut 3 dengan nama Ahmad.

"Barang-barang sudah dicoblos di Malaysia Selangor. Sudah dicoblos 01, Partai Nasdem Nomor 5, calegnya Nomor urut 3 namanya Ahmad. Kami harap KPU Indonesia membatalkan semua urusan tentang DPL Malaysia dari hari ini sampai tanggal 14 (April). Kalau tidak kami akan duduki KBRI," ujar seorang pria dalam video tersebut sambil memperlihatkan surat suara yang sudah tercoblos.

Sementara itu, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Fritz Edward Siregar, mengatakan pihaknya akan meminta proses pemungutan suara Pemilu 2019 di Malaysia dihentikan. Pasalnya, Bawaslu menemukan kecurangan berupa adanya penyelundupan surat suara dan surat suara yang telah tercoblos.

Menurut Fritz, temuan boks berisi surat suara dan surat suara yang tercoblos di Malaysia benar dan bukan informasi hoaks. "Benar (temuan itu). Panwaslu Kuala Lumpur sebagai penemu dan kami well informed. Kami meminta KPU melakukan evaluasi kinerja. Sebab terbukti PPLN tidak melaksanakan tugas dengan benar," ujar Fritz ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis.

Dia melanjutkan, Bawaslu telah membuat rekomendasi soal kinerja PPLN yang diragukan. "Kami akan meminta KPU menghentikan pemungutan suara di Seluruh Malaysia untuk sementara," tegas Fritz.

Penghentian sementara ini dilakukan sampai duduk perkara dari temuan tersebut jelas. Sebab, menurut dia ada kegiatan yang terstruktur masif dan sistematis (TSM) yang mengarah kepada bentuk kecurangan pemilu.



Sumber: BeritaSatu.com