Novel Baswedan Bantah Isu Terafiliasi Partai Politik

Novel Baswedan Bantah Isu Terafiliasi Partai Politik
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan melambaikan tangan saat menghadiri acara penyambutan dirinya kembali aktif bekerja di pelataran gedung KPK, Jakarta, 27 Juli 2018. Kegiatan itu sekaligus diselenggarakan untuk memperingati 16 bulan kasus penyerangan Novel Baswedan yang belum menunjukkan titik terang. ( Foto: Antara / Dhemas Reviyanto )
Fana Suparman / YUD Kamis, 11 April 2019 | 18:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan membantah dengan tegas isu yang menyebut dirinya terafiliasi atau terkait dengan kelompok atau partai politik tertentu. Bantahan ini disampaikan Novel menjawab mencuatnya isu belakangan ini yang menyebut dirinya terafiliasi dengan Partai Gerindra.

"Satu lagi yang ingin saya jawab dari pertanyaan yang disampaikan saya kira saya harus bertanggung jawab untuk menjawab dan menjelaskan adanya tuduhan-tuduhan yag terkait dengan partai politik . Saya kira tentu tuduhan itu tidak benar," kata Novel di sela-sela peringatan dua tahun teror terhadapnya di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/4).

Isu Novel terafiliasi dengan partai politik mencuat setelah sejumlah tokoh Partai Gerindra menyebut Novel sebagai 'orang kita'. Bahkan, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mewacanakan bakal memilih Novel atau mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto sebagai Jaksa Agung jika menang Pilpres 2019.

Novel menegaskan, di internal KPK terdapat mekanisme dan pola kerja yang saling mengontrol dan mengawasi satu dan lainnya. Selain itu, tidak ada satu pun pekerjaan di KPK yang hanya berada di bawah satu bidang kerja atau direktorat. Untuk itu, Novel menegaskan, tuduhan dirinya atau personil KPK berpolitik sama saja dengan menghina integritas Lembaga Antikorupsi.

"Sehingga apabila dituduh bahwa ada orang saya atau siapapun mengendalikan ataupun mengakomodir suatu penanganan untuk kepentingan politik maka itu sama saja menghina KPK tidak berintegritas. Saya kira tuduhan itu tidak benar dan pasti salah," katanya.

Novel menegaskan tidak memiliki kepentingan politik apapun dalam mengabdi di KPK. Novel juga memastikan tidak akan membiarkan jika terdapat personil KPK yang terafiliasi dengan partai politik.

"Itu yang ingin saya tegaskan saya tidak punya kepentingan untuk membawa ke area politik manapun dan tentunya kita tidak boleh membiarkan ada orang yang terafiliasi partai politik ada di KPK," tegasnya.



Sumber: Suara Pembaruan