Theo Sambuaga Yakin Jokowi-Ma'ruf Menang Minimal 60%

Theo Sambuaga Yakin Jokowi-Ma'ruf Menang Minimal 60%
Theo L. Sambuaga pada acara deklarasi Alumni UI Dukung Jokowi, Sabtu 12 Januari 2019. ( Foto: Beritasatu.com / Markus Junianto Sihaloho )
Asni Ovier / AO Kamis, 11 April 2019 | 20:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Pengarah Tim Kampanye Daerah (TKD) Pemenangan Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin Sulawesi Utara (Sulut), yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar, Theo L Sambuaga yakin bahwa pasangan nomor urut 01 akan memenangkan Pilpres 2019 dengan perolehan suara nasional minimal 60%. Di Sulut, Theo yakin Jokowi-Ma'ruf bisa meraih minimal 80% suara.

Keyakinan Theo, yang menjabat Menteri Tenaga Kerja Kabinet Pembangunan VII serta Menteri Perumahan dan Permukiman Kabinet Reformasi Pembangunan itu didasarkan pada perjalanan kampanye yang telah berlangsung selama enam bulan yang segera berakhir, respons masyarakat luas, serta laporan dan analisis berbagai lembaga survei.

“Jokowi-Ma'ruf akan menang pilpres dengan suara nasional 60%. Sementara, perolehan suara di Sumatra, Kalimantan, juga rata-rata 60%. Di Jawa, Bali, dan NTB rata-rata 55%. Lalu, di Indonesia Timur, rata-rata mendapatkan 70% suara. Di Sulut saja, Jokowi-Amin akan menang 80% karena kesadaran berdemokrasi masyarakat di sana tinggi," ujar Theo di sela-sela kunjungan di Manado, Sulut, Kamis (11/4/2019).

Dikatakan, bukti nyata keberhasilan pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dirasakan masyarakat Sulut. Mereka merasakan dampat pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan, wilayah perbatasan, telekomunikasi, termasuk jalan tol dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang baru diluncurkan. Selain itu, kepemimpinan Gubernur Sulut Olly Dondokambey juga ikut melancarkan program pembangunan.

Theo Sambuaga mengatakan, kemenangan Jokowi-Ma'ruf terutama karena rakyat telah merasakan langsung keberhasilan pemerintahan Presiden Jokowi dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur publik dan sosial serta memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah dengan pendekatan pembangunan dari pedesaan dan wilayah perbatasan. Semua itu berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata di atas 5% dan inflasi 3,2%.

Indikator pembangunan sosial juga membaik dengan angka pengangguran 5,8%, angka kemiskinan 9,7%, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 70,31, dan Rasio Gini 0,39. Tiga indikator terakhir ini, kata Theo, merupakan yang terbaik sejak Era Reformasi, yang berarti kesejahteraan rakyat yang berkualitas semakin meningkat.

Masyarakat, kata Theo, ingin Presiden Jokowi melanjutkan kepemimpinannya agar bisa melanjutkan dan meningkatkan pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan udara dan laut, transportasi, telekomunikasi, sekolah, klinik, dan rumah sakit dari pelosok desa, wilayah perbatasan, sampai ke perkotaan serta pusat-pusat industri dan perdagangan.

"Rakyat melihat dan merasakan keberhasilan kepemimpinannya. Kesungguhan kerja dan kesederhanaannya dalam membangun dan konsistensinya dalam memajukan bangsa dengan mengamalkan Pancasila, menjaga NKRI serta merawat kebinekaan,” kata Theo.

Disebutkan pula, dukungan dan kerja keras tim kampanye dan koalisi partai pendukung yang bekerja tanpa kampanye hitam, tidak menggunakan segala cara. Jokowi-Ma'ruf tidak menggunakan fitnah dan kabar bohong serta selalu berprinsip pada pencerdasan bangsa dan pendewasaan demokrasi. Hal-hal itu yang menurut Theo sangat esensial dalam memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

Selain itu, ketika Ditanya tentang peluang Partai Golkar pada pileg yang tinggal beberapa hari lagi, Theo meyakini bahwa Golkar akan melebihi perolehan suara Pemilu 2014 sebesar 14,6%. Daerah Pemilihan Sulut, ujar Theo, akan menyumbangkan 2 kursi dari 6 kursi DPR yang diperebutkan.

"Dengan kerja keras dan kerja sama struktur partai, dari pusat sampai daerah, dan terutama kerja keras dan kerja sama sesama caleg, saya meyakini Golkar akan tetap berjaya pada pileg 17 April nanti. Marilah kita beramai-ramai ke TPS pada 17 April dan gunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya, penuh kedewasaan, kegembiraan, serta tetap menjaga tali persahabatan meskipun berbeda pilihan,” ujar Theo.



Sumber: BeritaSatu.com