Amankan Pemilu 2019 di Jawa Barat, TNI-Polri Kerahkan 34.830 Personel

Amankan Pemilu 2019 di Jawa Barat, TNI-Polri Kerahkan 34.830 Personel
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian, saat melakukan cek pasukan dalam Apel Gabungan TNI-Polri Polri dalam rangka kesiapan menghadapi Pemilu 2019 di Bogor Nirwana Residence (BNR), Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu (10/04/2019). ( Foto: beritasatu.com / vento saudale )
Vento Saudale / WM Rabu, 10 April 2019 | 19:22 WIB

 

Bogor, Beritasatu.com - Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, akan mengerahkan sebanyak 24.230 personel yang tersebar di Tempat Pemungutan Suara (TPS) seluruh Jawa Barat dalam rangka mengamankan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019. Sementara dari Kodam III/Siliwangi ada 10.600 personel.

“Jumlah personel dari Kodam tersebut sifatnya sementara, jika ada tambahan Kodam akan menggerakan seluruh pasukan cadangan yang ada di wilayah Kodam III/Siliwangi,” kata Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto usai mendampingi Kapolri, Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dalam Apel Gabungan Gelar Pasukan TNI Polri dalam rangka kesiapan menghadapi Pemilu 2019, di Bogor Nirwana Residence (BNR), Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu (10/04/2019).

Saat ditanya mulai kapan pengerahan personel, Kapolda Jawa Barat mengatakan, itu sudah berjalan dalam rangka preventif melalui pengaktifan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) disamping pelaksanaan patroli-patroli.

Khusus di masa tenang pihaknya akan lebih meningkatkan kegiatan tersebut guna memberikan keamanan dan rasa nyaman bagi masyarakat. Serta meyakinkan masyarakat bahwa TNI-Polri siap mengamankan dan mengawal proses demokrasi.

“Apabila ada pihak-pihak yang akan mengancam, mengintimidasi dan memaksa, maka akan berhadapan dengan hukum, karena negara kita adalah negara hukum, proses hukumnya sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Kapolda Jawa Barat.

Untuk lebih memudahkan dalam pemantauan personel dalam menjalankan tugasnya, Polri dan TNI akan menggunakan sistem komando. Ini tidak terlepas dari luasnya wilayah Jawa Barat. Hal ini juga digunakan sebagai langkah antisipasi bencana alam yang sedang maupun mungkin terjadi.

“Bersama Kodam III/Siliwangi, Polda Jawa Barat mengeluarkan Satuan Kekuatan SAR gabungan. Saya perintahkan kepada seluruh Kapolres di Jawa Barat untuk tidak underestimate (meremehkan), bekerja sama dengan Dandim dan batalyon setempat, lakukan pemetaan, sambangi, patroli, antisipasi setiap kemungkinan potensi gangguan yang ada,” tegasnya.

Sementara itu Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Tri Soewandono akan melaksanakan pengiriman logistik personel TNI dengan menyesuaikan permintaan dari Kapolda Jawa Barat.



Sumber: BeritaSatu.com