PSI: Perbaikan Politik Bukan Suatu Hal yang Mustahil

PSI: Perbaikan Politik Bukan Suatu Hal yang Mustahil
Ketum Grace Natalie dalam pidatonya di hadapan pengurus, kader dan simpatisan PSI pada acara Festival 11 di Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Jakarta (11/4). ( Foto: istimewa )
Yustinus Paat / WM Kamis, 11 April 2019 | 22:05 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie menyatakan, PSI berdiri pada masa pancaroba politik, yaitu di saat orang mulai kehilangan harapan pada partai dan wakil mereka yang duduk di parlemen. Namun, menurut Grace, perbaikan politik bukan suatu hal yang mustahil.

Hal itu disampaikan Grace dalam pidatonya dihadapan dua ribu lima ratus pengurus, kader dan simpatisan PSI pada acara Festival 11, di Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Jakarta (11/4/2019).

Dalam pidatonya, Grace menyatakan, banyaknya orang yang mulai kehilangan harapan pada partai dan wakilnya di parlemen menjadi alasan PSI berdiri. PSI ingin mengembalikan kepercayaan dan harapan orang bahwa politik terlalu penting untuk ditinggalkan dan layak untuk diperjuangkan. Untuk itu, perbaikan politik bukan suatu hal yang mustahil.

“Tapi justru karena alasan itulah kita berdiri, kita ingin mengembalikan kepercayaan, harapan orang, bahwa politik terlalu penting untuk ditinggalkan, bahwa kekuasaan politik layak diperjuangkan untuk kepentingan bersama. Bahwa perbaikan politik itu bukan sesuatu yang mustahil,” ujar Grace Natalie.

Lebih lanjut, menurut Grace, memulihkan kepercayaan kepada politik dan demokrasi adalah upaya PSI menyelamatkan masa depan bangsa ini dari ancaman terbesar persatuan Indonesia dari ideologi ekstrem, ideologi intoleran, ideologi yang menawarkan ilusi tentang kemuliaan tapi sesungguhnya hanya akan membawa kehancuran sebagaimana kita lihat di Irak dan Suriah. Negeri kita harus diselamatkan, harapan terhadap politik dan terhadap demokrasi harus tetap kita nyalakan.

“Memulihkan kepercayaan kepada politik dan demokrasi adalah upaya PSI menyelamatkan masa depan bangsa ini dari ancaman terbesar persatuan Indonesia dari ideologi ekstrim, ideologi intoleran, ideologi yang menawarkan ilusi tentang kemuliaan tapi sesungguhnya hanya akan membawa kehancuran sebagaimana kita lihat di Irak dan Suriah. Negeri kita harus diselamatkan, harapan terhadap politik dan terhadap demokrasi harus tetap kita nyalakan,” tegas Grace yang juga Caleg DPR RI Dapil DKI 3 ini (Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu) .

Hadir dalam acara festival 11 itu Sekjen PSI Raja Juli Antoni, jajaran pengurus DPP PSI dan para juru bicara PSI. Pakar Komunikasi Ade Armando, Aktivis Perempuan Neng Dara Affiah, Pakar Pendidikan Henny Supolo, dan Pendiri Partai Amanat Nasional Abdillah Toha.



Sumber: BeritaSatu.com