Grace: PSI Tak Akan Pernah Jadi Partai Pendukung Jokowi Rasa Oposisi

Grace: PSI Tak Akan Pernah Jadi Partai Pendukung Jokowi Rasa Oposisi
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) bergembira dengan foto-foto bersama para pendukungnya saat kampanye terbuka di Stadion Singaperbangsa Karawang, Jawa Barat, Senin 9, April 2019. ( Foto: Beritasatu.com / Markus Junianto Sihaloho )
Yustinus Paat / WM Kamis, 11 April 2019 | 22:35 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Solidaritas (PSI) Grace Natalie menegaskan, Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo bukanlah sekadar petugas partai. Menurut Grace, sosok Jokowi sebagai Presiden pilihan rakyat, yang mesti dibela, bukan justru diganggu dengan rongrongan jabatan oleh orang-orang di sekitarnya.

“Bagi PSI, Pak Jokowi bukan petugas partai. Beliau adalah Presiden rakyat yang harus dibela serius secara politik, bukan malah dirongrong untuk meminta jabatan ini itu.” ujar Grace saat memberikan pidato politik pada acara Festival 11 di Jakarta International Expo, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019).

Menurut Grace, PSI tidak akan memainkan standar ganda dalam urusan dukung-mendukung Jokowi. Partainya akan total menjaga Jokowi di Parlemen dari manuver politik pihak oposisi.

“PSI tidak akan pernah menjadi partai pendukung rasa oposisi. PSI akan menjadi partai utama pendukung Jokowi di Senayan yang terdepan menghadapi serangan, fitnah hoax dan politisasi agama yang dibuat oposisi," tegas Grace.

Lebih lanjut, Grace menegaskan kembali pernyataan Sekjen PSI Raja Juli Antoni, yang sempat menjadi perbincangan beberapa waktu belakangan, yang mengatakan PSI tidak akan pernah menjadi mitra koalisi PKS, di semua tingkat politik nasional dan lokal.

“Saya ingin mempertegas pernyataan Sekjen PSI beberapa hari lalu, bahwa PSI tidak akan pernah berkoalisi dengan PKS di semua Pemilihan Umum Kepala Daerah," pungkas Grace.

Dalam kesempatan yang sama pula, PSI meluncurkan Aplikasi Solidaritas yang digunakan untuk mengawasi kinerja anggota dewan secara daring. Dengan aplikasi itu, anggota-anggota DPR RI dari PSI harus melaporkan kegiatan sehari-hari dan melakukan live report saat masa sidang, sehingga tidak ada kesempatan anggota dewan untuk bolos rapat.



Sumber: BeritaSatu.com