KPU Jelaskan Metode Pemungutan Suara Luar Negeri

KPU Jelaskan Metode Pemungutan Suara Luar Negeri
Ketua KPU Arief Budiman (tengah) bersama Komisioner KPU Ilham Saputra (kiri) dan Hasyim Asyari (kanan) mengumumkan hasil verifikasi dan penetapan partai politik peserta pemilu 2019 di Jakarta, Sabtu (17/2). ( Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga )
Yustinus Paat / CAH Jumat, 12 April 2019 | 08:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pascakasus dugaan surat suara tercoblos di Malaysia, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari menjelaskan metode pemungutan suara luar negeri. Hasyim menyebukan tiga metode pemungutan luar negeri, yakni metode TPS Luar Negeri, metode Kotak Suara Keliling dan metode pos.

Metode TPSLN, kata Hasyim Asy'ari akan diselenggarakan antara tanggal 8 sampai 14 April. Untuk di Malaysia, pemungutan suara via TPSLN dilakukan pada Minggu, 14 April 2019 baik di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal RI (KJRI).

"TPSLN didirikan di kantor-kantor perwakilan Republik Indonesia. Jadi ada yang di KBRI, dan KJRI. Kalau dalam situasi ini berarti KJRI Kuala Lumpur sehingga kalau seperti itu surat suara yang sudah ada di dalam kotak suara yang akan digunakan untuk pemilihan di TPSLN itu statusnya berada di KBRI," ujar Hasyim Asy'ari di Kantor Bawaslu, Sarinah Menteng, Kamis (11/2/2019) malam.

Metode kedua, kata Hasyim Asy'ari adalah Kotak Suara Keliling (KSK) yang dilakukan lebih awal karena harus keliling ke tempat warga berkumpul baik di tempat kerja maupun pemukiman penduduk. Hasyim mengingatkan bahwa KSK ini bukan berarti tanpa nama, semuanya sudah ada namanya sesuai daftar pemilih KSK.

"Jadi sudah diketahui siapa pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya metode KSK, by name sudah ada. Yang akan hadir di situ sudah jelas nama-nama pemilihnya. apakah di daerah pemukiman atau di daerah tempat kerja seperti perkebunan, itu by name nama pemilih sudah ada," terang Hasyim Asy'ari.

Metode ketiga, lanjut Hasyim Asy'ari adalah metode pos yang sudah dilakukan lebih awal lagi. Pasalnya, metode pas membutuhkan waktu untuk mengirimkan kepada alamat yang sudah tersedia dalam daftar pemilih. Demikian juga membutuhkan waktu untuk mengirim balik ke penyelenggara pemilu atau PPLN.

"Berdasarkan itu maka kalau surat suara pos sudah dikirim, statusnya mungkin masih berada dipegang pemilih, belum dikirim balik karena batasnya sudah diterima sebelum tanggal 17 April karena penghitungan suara LN tanggal 17," kata dia.

"Kemudian ada juga yang mungkin sudah sampai kiriman baliknya. Statusnya di mana? Setahu kami kalau urusanya dengan pos setahu kami berada di PO BOX. Karena untuk memudahkan pengiriman PO BOX nomor berapa dan disimpan di situ," pungkas Hasyim Asy'ari menambahkan.

Sementara Komisioner KPU Viryan mengatakan jumlah pemilih di Kuala Lumpur sebanyak 558.873 pemilih dengan rincian laki-laki sebanyak 301.460 pemilih dan perempuan sebanyak 257.413 pemilih.

Dari jumlah tersebut, ungkap Viryan, jumlah pemilih TPS LN sebanyak 127.044 dengan jumlah TPSLN 255. Pemilih KSK di Kuala Lumpur sebanyak 112.536 dengan jumlah KSK 376

"Total pemilih pos sebanyak 319.293, dengan total post sebanyak 160. Jadi benar yang disampaikan bahwa mayoritas pemilih di Kuala Lumpur itu menggunakan pos," tutur Viryan. 



Sumber: BeritaSatu.com