KPU: Tempat Penyimpanan Surat Suara Harus Penuhi Standar Operasional

KPU: Tempat Penyimpanan Surat Suara Harus Penuhi Standar Operasional
Ilustrasi surat suara ( Foto: ANTARA FOTO )
Yustinus Paat / CAH Jumat, 12 April 2019 | 09:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari menegaskan bahwa tempat penyimpanan surat suara atau logistik Pemilu 2019 di luar negeri tidak sembarang. Menurut Hasyim, tempat penyimpanan tersebut harus memenuhi SOP tertentu.

"Kalau disimpan di kantor perwakilan yang memadai itu disimpan di situ dengan SOP tertentu," ujar Hasyim Asy'ari di Kantor Bawaslu, Sarinah, Menteng, Kamis (11/2/2019) malam.

Hasyim Asy'ari mencontohkan SOP tersebut, pintu tempat penyimpanan selalu dikunci dan digembok. Selain itu, tempat penyimpanan harus mempunyai CCTV yang bisa digunakan untuk memantau dari waktu ke waktu tempat penyimpanan logistik tersebut.

"Juga mempunyai standar keamanan yang sudah ditentukan juga yang intinya tempat yang digunakan itu ada penjaganya, ada fasilitas sekuritinya," tandas dia.

Jika tempat perwakilan Indonesia di luar negeri (KBRI/KJRI) tidak memadai, kata Hasyim, PPLN bisa menyewakan tempat yang memenuhi SOP yang telah disepakati untuk menyimpan logistik Pemilu 2019. Tempat sewa tersebut bisa digunakan untuk menyimpan logistik dari awal sampai selesai penghitungan suara.

"Bisa juga menyewa tempat untuk menyimpan ini baik ketika barang-barang logistik, alat perlengkapan pemungutan suara itu tiba, ataupun setelah digunakan untuk pemungutan suara sampai dengan penghitungan suara," jelas dia.

Terkait penyimpanan surat suara luar negeri, lanjut Hasyim, untuk metode pemungutan suara TPS LN dan kotak suara keliling (KSK), surat suara tersebut ke dalam kotak sebagaimana sidah ditentukan spesifikasinya. Sementara untuk metode pos disimpan di PO BOX.

"Nanti penghitungannya barengan semua. Dengan metode pos itu yang akan hitung adalah PPLN. Kalau TPS LN yang akan hitung KPPS TPS. Untuk KSK yang hitung KPPS KSK. Jadi masing-masing ada jenis petugasnya dan fungsinya," pungkas dia.

Hasyim pun mempertanyakan kasus dugaan surat tercoblos di Malaysia. Pasalnya, surat suara disimpan dalam karung atau kantong.

"Makanya bagi kami itu jadi pertanyaan, ini kok di dalam karung? Apa istilahnya, kantong ya kantong. Kok orang begitu mudah masuk ke situ, buka-buka kantong? Kemudian buka barang-barang cetakan itu? Ini gimana ceritanya bisa begini? Ini klarifikasi di lapangan," pungkas dia. 



Sumber: BeritaSatu.com