Bawaslu Sebut Surat Suara Tercoblos di Malaysia Adalah Surat Suara Lewat Pos

Bawaslu Sebut Surat Suara Tercoblos di Malaysia Adalah Surat Suara Lewat Pos
Puluhan kantong plastik dengan suarat suara pemilu 2019 yang diduga sudah tercoblos di Selangor, Malaysia. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / CAH Jumat, 12 April 2019 | 09:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Mochamad Afifuddin, mengungkapkan bahwa temuan surat suara yang tercoblos di Malaysia merupakan surat suara yang digunakan untuk pemungutan suara dengan metode pos. Hal ini berdasarkan keterangan pihak Panwaslu di Malaysia.

"Kami pastikan, pertama, apakah memang itu (surat suara tercoblos yang ditemukan) alokasi untuk pos? Dijawab jajaran kami memang ini surat suara untuk pos," ujar Mochamad Afifuddin dalam konferensi pers di Kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019) malam.

Afif mengakui bahwa jumlah pemilih Indonesia di Malaysia yang paling besar memang melakukan pemungutan suara melalui pos. Berdasarkan data Bawaslu, jumlah pemilih via pos di Malaysia sebanyak 319.293 orang. Pemilih dengan cara pos itu dilakukan untuk WNI yang tinggalnya di daerah yang jauh, agak sulit dijangkau dan terkonsentrasi.

"Sementara itu, jumlah pemilih yang menggunakan Kotak Suara Keliling (KSK) dan TPS Luar Negeri (TPSLN) lebih sedikit. Jumlah pemilih KSK itu 112.536 orang dengan jumlah kotak 376. Kemudian, pemilih di TPSLN 127.044 orang dengan 255 titik TPS yang akan mencoblos pada 14 April mendatang," terang Mochamad Afifuddin.

Bawaslu, kata Mochamad Afifuddin akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait hal ini. Bawaslu menyelidiki mengapa surat suara lewat pos bisa keluar dari Kantor KBRI Indonesia di Kuala Lumpur kemudian tidak dikirim ke alamat pos tujuan. Selain itu, Bawaslu akan menginvestigasi lokasi temuan atau rumah tempat ditemukannya surat suara tadi.

"Kami akan pastikan informasi-informasi tersebut. Jika kemudian ditemukan bukti lain dan lain2nya maka kami akan sikapi sesuai dengan aturan dan UU yang berlaku," tegas Mochamad Afifuddin.

Lebih lanjut, Mochamad Afifuddin mengatakan bahwa surat suara tercoblos di Malaysia memang benar terjadi. Bawalus RI, kata Afif sudah konfirmasi berulang-ulang ke Panwaslu di Malaysia.

"Kejadian ini benar terjadi. Memang kejadiannya ada. Ditemukan oleh Panwaslu Luar Negeri di Kuala Lumpur. Kami pastikan, pertama, apakah memang itu (surat suara tercoblos yang ditemukan) alokasi untuk pos? Dijawab jajaran kami memang ini surat suara untuk pos," tutur Mochamad Afifuddin.

Selain itu, kata Mochamad Afifuddin, pihaknya sudah menyanyakan soal keaslian surat suara tercoblos tersebut. Manurut dia, panwaslu di Kuala Lumpur telah menyebut temuan surat suara yang tercoblos itu asli dan merupakan keluaran KPU.

"Kami juga tanyakan apakah surat suara itu asli? dalam keterangan konfirmasi jajaran kami yakni dipastikan dijawab pakai huruf tebal dan berfont besar yang artinya jengkel (atas pertanyaan Bawaslu RI yang diulang-ulang) mereka menjawab 'Asli Pak'," pungkas dia.

Sementara Komisioner KPU Viryan mengatakan jumlah pemilih di Kuala Lumpur sebanyak 558.873 pemilih dengan rincian laki-laki sebanyak 301.460 pemilih dan perempuan sebanyak 257.413 pemilih.

Dari jumlah tersebut, ungkap Viryan, jumlah pemilih TPS LN sebanyak 127.044 dengan jumlah TPSLN 255. Pemilih KSK di Kuala Lumpur sebanyak 112.536 dengan jumlah KSK 376

"Total pemilih pos sebanyak 319.293, dengan total post sebanyak 160. Jadi benar yang disampaikan bahwa mayoritas pemilih di Kuala Lumpur itu menggunakan pos," tutur Viryan.



Sumber: BeritaSatu.com