Surat Suara Dicoblos, Jokowi Minta Bawaslu dan Polisi Tindak Tegas

Surat Suara Dicoblos, Jokowi Minta Bawaslu dan Polisi Tindak Tegas
Calon Presiden Nomor Urut #01 Jokowi ketika berkampanye di Gedung Bazul Asyhab Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis, 11 April 2019. ( Foto: dok )
Vento Saudale / AMA Jumat, 12 April 2019 | 12:54 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) memastikan, tidak intervensi dalam kasus surat suara yang sudah dicoblos di Malayasia. Ia pun menyerahkan kasus itu sepenuhnya kepada Badan Pengawas Pemilu dan Kepolisian.

"Di Pemilu ini kan Bawaslu. Kalau mekanisme pidananya ya di polisi, itu saja sudah," kata Jokowi seusai menghadari Apel Siaga Acara Apel Siaga Relawan Pengusaha Muda Nasional dan Relawan Baraya Jokowi-Ma'ruf (REPNAS-BARJAB) di Lapangan Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat (12/4/2019).

Jokowi meminta Bawaslu dan Kepolisian mengusut tuntas dan bertindak tegas kasus tersebut. "Seperti yang saya sampaikan, dicek saja. Dilakukan investigasi, baik oleh Bawaslu, baik oleh kepolisian, kalau ada yang dilanggar, Bawaslu bisa menindak. Kalau ada pidananya, Polri harus tegas, polisi harus tegas lakukan tindakan hukum," kata Jokowi lagi.

Jokowi mengaku prihatin dengan kejadian ini. Jokowi melihat, peristiwa itu mencoreng proses pemilu yang seharusnya jujur, adil, bebas, dan rahasia. Calon petahana ini meminta menindak tegas pelaku yang mencerderai proses pemilu ini.

"Supaya ini jadi pemilu yang jujur adil. Jangan meresahkan masyarakat dengan hal seperti itu," tandas Jokowi.

Sebelumnya, Bawaslu menemukan surat suara tercoblos untuk pasangan calon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Sementara surat suara pileg tercoblos untuk caleg Partai Nasdem, salah satu parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf di Selangor, Malaysia, dan Partai Demokrat.



Sumber: BeritaSatu.com