Kasus Surat Suara Tercoblos, KPU: Kami Tidak Toleransi Segala Kecurangan

Kasus Surat Suara Tercoblos, KPU: Kami Tidak Toleransi Segala Kecurangan
Puluhan kantong plastik dengan suarat suara pemilu 2019 yang diduga sudah tercoblos di Selangor, Malaysia. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / IDS Jumat, 12 April 2019 | 14:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan mengatakan, pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap berbagai upaya kecurangan. KPU, kata Viryan akan menindak segala pihak yang melakukan kecurangan.

Hal ini disampaikan Viryan menanggapi temuan surat suara tercoblos di Malaysia.

"Jadi prinsipnya KPU, tidak pernah toleransi terhadap berbagai bentuk upaya kecurangan," ujar Viryan di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Jumat (12/4).

KPU, kata Viryan, telah mengambil langkah pengecekan dan investigasi terhadap temuan surat suara tercoblos di Malaysia. KPU dan Bawaslu, kata dia, telah mengirimkan tim untuk mengklarifikasi kasus tersebut ke Kualo Lumpur dan Slangor.

"KPU mengirim tim melakukan klarifikasi bersama dengan Bawaslu, tim KPU berangkat pukul 5 subuh tadi ke Kuala Lumpur dan Slangor untuk mengkonfirmasi dan klarifikasi memastikan kondisi sebernya dri video tersebut," ungkap dia.

Viryan mengatakan KPU dan Bawaslu akan memastikan sejumlah hal termasuk apakah temuan surat suara tercoblos tersebut merupakan surat suara asli untuk pemilu 2019. Pasalnya, kata Viryan, surat suara yang dikeluarkan KPU mempunyai tanda khusus.

"Karena setiap surat suara yang dikeluarkan oleh KPU itu ada tanda khusus yang bisa membedakan dengan yang lain. Jadi kita punya tanda khusus yang tahu itu hanya kita saja," tutur dia.

Sebelumnya, Ketua KPU, Arief Budiman mengatakan, pihaknya bersama Bawaslu akan bertolak ke Malaysia untuk mengecek lebih lanjut soal temuan surat suara yang tercoblos. Sejumlah hal akan diklarifikasi oleh tim KPU dan Bawaslu.

"Kami dan Bawaslu RI langsung berkoordinasi dan kami menindaklanjuti dengan cepat dan dalam waktu yang tidak terlalu lama KPU RI dan Bawaslu RI memutuskan akan ada tim atau personel yang akan diberangkatkan dari Jakarta untuk melihat langsung ke sana (Malaysia)," ujar Arief

KPU mengirimkan dua komisioner, yakni Hasyim Asy'ari dan Ilham Saputra. Sementara itu, anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo, rencananya juga akan bergabung untuk bertolak ke Malaysia.



Sumber: BeritaSatu.com