Dedi Mulyadi Minta Usut Tuntas Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Dedi Mulyadi Minta Usut Tuntas Surat Suara Tercoblos di Malaysia
Puluhan kantong plastik dengan suarat suara pemilu 2019 yang diduga sudah tercoblos di Selangor, Malaysia. ( Foto: Istimewa )
Fana Suparman / YS Jumat, 12 April 2019 | 15:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Tim Kemenangan (TKD) pasangan Jokowi-Maruf Amin Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi meminta aparat terkait mengusut tuntas kasus dugaan pencoblosan kertas suara di Selangor, Malaysia. Hal itu penting agar kasus tersebut tidak menjadi liar dan menimbulkan berbagai spekulasi politik.

"Harus diusut sampai tuntas siapa pembuat skenario dan menangkap pelaku pencoblosan tersebut, agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi," kata Dedi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Dedi yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat ini menegaskan siapapun pihak yang terbukti melanggar harus dihukum sesuai mekanisme Undang-undang yang berlaku.

"Kita serahkan kepada mekanisme pelanggaran pemilu, semua pihak harus tuduk pada UU Pemilu," tegas Dedi.

Dedi menduga, pencoblosan surat suara tersebut merupakan skenario yang dilakukan untuk mendeligitimasi Pemilu.

"Skenario pencoblosan kertas suara sebelum pemilihan umum berlangsung merupakan skenario yang dilakukan untuk mendeligitimasi Pemilu 2019," katanya.

Diberitakan, beredar video tentang penggerebekan lokasi tempat penyeludupan surat suara pos di sebuah ruko di kawasan Bangi, Selangor, Malaysia. Dalam video tersebut, disebutkan bahwa surat suara Pilpres sudah tercoblos untuk Pasangan Calon Presiden Nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf dan surat suara pileg untuk Partai Nasdem dengan caleg Nomor urut 3 dengan nama Ahmad.

Dalam video tersebut, tampak puluhan kantong surat suara Pemilu 2019. Terdapat juga foto surat suara yang sudah tercoblos untuk Caleg Nasdem Davin Kirana.

"Barang-barang sudah dicoblos di Malaysia Selangor. Sudah dicoblos 01, Partai Nasdem Nomor 5, calegnya Nomor urut 3 namanya Ahmad. Kami harap KPU Indonesia membatalkan semua urusan tentang DPL Malaysia dari hari ini sampai tanggal 14 (April). Kalau tidak kami akan duduki KBRI," suara seorang pria dalam video tersebut sambil memperlihatkan surat suara yang sudah tercoblos.

Pria tersebut mengaku bernama Bram dan juga selaku kader Partai Demokrat (PD) yang mendukung pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Padahal, pemungutan suara di wilayah Malaysia baru diselenggarakan pada Minggu, 14 April 2019. Pencoblosan dilakukan di Kuala lumpur, Kinabalu, Kuching, Penang dan Tawau.

 



Sumber: Suara Pembaruan